By. Satria hadi lubis
UNTUK menghilangkan trauma masa lalu atau kekecewaan dan sakit hati di masa lalu memang tidak mudah. Bahkan banyak orang yang lebih mudah mengingat kesedihan daripada kegembiraan di masa lalu.
1. Yakin bahwa setiap peristiwa pasti ada hikmahnya (pelajaran yang positif untuk kita). Allah mengajarkan manusia tidak secara langsung, tapi melalui hikmah dari sebuah peristiwa.
"Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat." (Qs. 2 ayat 269)
2. Yang terjadi di masa lalu adalah takdir Allah. Dan takdir perlu diterima dengan ikhlas dan lapang dada. Semakin ikhlas berarti kita semakin tawakal dan makin bersangka baik kepada Allah, begitu pun sebaliknya.
"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (Qs. 57 ayat 22)
3. Maafkan kesalahan orang lain. Ingatlah memaafkan kesalahan orang lain lebih bermanfaat bagi diri sendiri, yaitu menjaga kesehatan mental kita.
"Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh." (Qs. 7 ayat 199)
4. Hati itu ibarat bejana kosong. Jika ia tidak diisi dengan yang baru, maka yang lama akan tetap bertahan. Oleh sebab itu, agar tidak trauma dan dihantui masa lalu maka sibukkan diri dengan aktivitas positif dan perbanyak kenangan yang manis, sehingga isi bejana yang berisi trauma tersebut akan tersingkir karena diganti dengan hal-hal baru.
"Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang kafir." (Qs. 12 ayat 87)
5. Terpenjara dengan trauma masa lalu hanya membuat kita tak bisa maju untuk sukses. Menghambat berkembangnya potensi diri menuju kinerja maksimal. Padahal kita lebih hebat daripada yang kita duga.
"Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman." (Qs. 3 ayat 139)
6. Berdoa kepada Allah agar diberikan hati yang baru (hati yang tidak trauma dengan masa lalu).
Doanya antara lain :
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Ya muqallibal qulub tsabbit qalbi ala dinika.
Artinya: "Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas Agama-Mu."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar