Senin, 07 April 2025

JANGAN ANGGAP REMEH BERBURUK SANGKA

 

By. Satria hadi lubis
SUATU ketika sebuah mobil yang sedang melaju kencang berpapasan dengan mobil lain di sebuah tikungan yang sepi. Pengemudi mobil lain tersebut langsung berteriak, "Sapiii !!" kepada pengemudi yang mobilnya sedang melaju kencang. Langsung saja si pengemudi yang diteriaki sapi tersebut marah karena merasa dicemooh dan balik berteriak tak kalah kencang, "Loe yang sapi!!!". Tiba-tiba mobilnya benar-benar menabrak rombongan sapi yang sedang melintas di tengah jalan.
Pengemudi yang pertama berteriak "sapi" sebenarnya sedang mengingatkan pengemudi yang mobilnya melaju kencang bahwa memang ada rombongan sapi yang sedang menyeberang, tapi pengemudi yang membalas dengan marah itu menduga bahwa ia sedang dicemooh, sehingga yang terjadi adalah tabrakan mobilnya dengan rombongan sapi. Inilah yang disebut PERSEPSI (Zhon, dalam bahasa Arab).
Setiap orang hidup dengan persepsinya masing-masing. Dan al Qur'an menyuruh kita untuk memiliki persepsi (zhon) yang baik-baik saja agar tidak kena MUSIBAH seperti dialami pengemudi yang mobilnya melaju kencang dalam cerita di atas.
Allah SWT berfirman : "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang" (Qs. 49 ayat 12).
Allah menyebutkan bahwa prasangka itu mudah sekali menjadi prasangka buruk, sehingga menjadi dosa. Bahkan Allah SWT juga menyebutkan di ayat tersebut orang yang suka su'u zhon (sangka buruk) dan bergunjing (ghibah) seperti kanibal yang memakan sesama manusia. Pelaku kanibal tentu orang yang sadis, kotor, biadab, dan tidak beradab. Apalagi kalau dia menjadi kanibal dengan memakan daging saudaranya sendiri. Sungguh perumpamaan yang paling buruk. Begitulah Allah memberikan permisalan bagi mereka yang suka berprasangka buruk kepada orang lain.
Mengapa Allah menyebut su'u zhon dengan perumpamaan yang mengerikan? Sebab, kalau kita renungkan, dari sikap su'u zhon inilah AWAL terjadinya berbagai musibah, baik musibah dalam skala pribadi maupun masyarakat. Contohnya, perceraian suami isteri, tawuran antar kelompok, putusnya silaturahim antar saudara, sampai peperangan antar negara, pada umumnya berawal dari su'u zhon.
Dulu, ada kisah nyata tentang seorang kakek usia 80 tahun yang dikeroyok massa sampai meninggal dunia dengan tuduhan maling padahal bukan ia pelakunya. Hal ini menjadi bukti bahwa sangka buruk sangat berbahaya jika dibiarkan tumbuh dengan subur.
Begitu pun jika seorang pemimpin yang mengambil keputusan atas dasar buruk sangka, maka yang terjadi adalah kezaliman terhadap orang-orang yang dipimpinnya.
Lalu solusinya apa agar kita tidak berburuk sangka? Solusinya adalah suka melakukan TABAYYUN, sampai jelas duduk perkaranya. Allah berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya” (Qs. Al Hujurat ayat 6).
Semoga kita terhindar dari sifat suka berburuk sangka, yang akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Aamin yaa robbal aalamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar