Senin, 13 Maret 2017

9S



Senang dan salut kepada mereka yang tiap pagi bisa tersenyum menyapa orang-orang di sekelilingnya.

Mereka menerapkan 3S (Senyum, Salam, Sapa) atau bahkan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun).

Lebih salut lagi jika hal tsb datang dari orang-orang yang saya tahu penghasilannya kecil, tapi tetap bisa 8S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun, Sama Siapa Saja). Yang bagi anak-anak muda generasi milenial susah untuk melakukannya karena terbiasa cuek. Bahkan juga mereka yang penghasilannya tinggi belum tentu bisa menerapkan 8S. Yang ada malah cemburut, kecut, seperti dirundung masalah.

Ternyata...kebahagian itu dimulai dari hal kecil.
Dan semua itu berawal dari rasa syukur akan nikmat setiap hari yang diberikan oleh Allah 'ajja wa jalla kepada kita, hamba yang dikasihi-Nya. Jadi rumusnya sekarang berubah menjadi 9S (Syukur, Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun, Sama Siapa Saja)...😊

Yuk....terapkan 9S !!

PEREMPUANMU BUKAN PEREMPUANKU



Perempuanmu bukan perempuanku…
Perempuanmu ingin menjadi tulang punggung
Perempuanku ingin menjadi tulang rusuk
Perempuanmu menuntut kesetaraan tanpa batas
Perempuanku menuntun kemuliaan tanpa batas

Perempuanmu bukan perempuanku...
Perempuanmu keluar melihat dunia dengan tubuh melenggok
Perempuanku keluar melihat dunia dengan tubuh tertutup
Perempuanmu keluar bekerja larut atas nama eksistensi
Perempuanku giat di rumah atas nama aktualisasi

Perempuanmu bukan perempuanku…
Perempuanmu merusak keluhuran mencari fatamorgana
Perempuanku meluruskan fitrah mencari kedamaian
Perempuanmu menerjang meradang melawan lelaki
Perempuanku merangkul merayu mendekap lelaki

Perempuanmu bukan perempuanku...
Perempuanmu terlatih merasai kekurangan lelaki
Perempuanku terlatih merasai kelebihan lelaki
Perempuanmu sabar mengasah lisannya mengutuki lelaki tangguh agar menjadi minder menatap dirinya
Perempuanku sabar membelai tangannya di punggung lelaki rapuh agar tetap bisa tegak menantang dunia

Perempuanmu bukan perempuanku…
Perempuanmu merubah dunia dengan nafsunya
Perempuanku merubah dunia dengan imannya
Perempuanmu merubah cinta menjadi benci atas nama feminisme
Perempuanku merubah benci menjadi cinta atas nama adam dan hawa

Menangis dunia kini karena perempuanmu menang dan digandrungi
Lupa engkau tanpa perempuanku engkau tak pernah ada
Lalai engkau tanpa perempuanku dunia tak akan beradab
Karena perempuanku adalah ibumu dan ibuku…

By. Satria hadi lubis

Selasa, 07 Februari 2017

SURAT TERBUKA UNTUK PARA ISTRI YANG SUAMINYA MENYEBALKAN


(Boleh dibaca oleh para suami)

Sering saya mendapat curhatan dari para isteri yang suaminya nyebelin. Ada yg suaminya punya kebiasaan buruk, pemikiran yg menyimpang sampai yang suka selingkuh. Ada juga suaminya kawin lagi gak bilang-bilang. Atau bilang, tapi kurang mampu berlaku adil.

Suami yang begini membuat isteri sedih, menjadi beban pikiran, bahkan ada yg depresi karena menangis berkepanjangan di malam-malam yang kelam.

Untukmu wahai para isteri...
Jika suamimu menyusahkanmu maka pahamilah lebih dahulu bahwa setiap laki-laki juga sedang belajar mensikapi masalah hidupnya yg keras. Bekerja mencari nafkah bagi keluarga, berkarir, terjun ke masyarakat dan berdakwah, semua itu memiliki tingkat stres yg berbeda-beda. Setiap lelaki mensikapi tuntutan tsb dgn cara yg berbeda pula. Ada yang cepat dewasa oleh tempaan masalah dan ada juga yg lambat dewasanya. Ada yang mencari solusi syar'i, tapi ada juga yg tergoda dgn jalan pintas. Ada yang cepat taubat, ada juga yg lambat taubatnya.

Pahami itu dulu wahai para isteri ...bahwa suamimu di luar sana punya persoalan sendiri yg mungkin tidak diceritakannya kepadamu. Lalu kamu datang mengeluh ini dan itu, menuntut ini dan itu. Termasuk di antaranya menuntut perhatian dan cintanya.

Sayangnya, sebagian isteri memintanya tanpa melihat kondisi suaminya. Contohnya, suami baru pulang kerja sudah disambut dgn seribu satu cerita yg intinya keluhan dan masalah, sehingga makin membuat mumet suami. Lalu ekspresi suami menjadi diam, acuh, bahkan ketus dan marah. Respon suami yg tdk sesuai harapan isteri ini kemudian menimbulkan praduga macam-macam yg ujungnya menjadi pertengkaran suami isteri. Akhirnya, keduanya merasa tidak dimengerti satu sama lain. Merasa tdk bahagia satu sama lain. Lalu penyalurannya muncul perilaku buruk yg semakin memperparah hubungan suami isteri.

Wahai para isteri....tahukah engkau mengapa laki-laki menikahimu? Engkau dinikahi karena lelaki pada dasarnya rapuh di balik egonya yg kuat. Lelaki butuh tempat berlabuh  untuk memperbaiki kerapuhan pikiran, hati dan jasadnya dari berbagai tekanan kehidupan. Itulah sebabnya engkau dinikahi, agar lelaki dapat berlabuh di hatimu yang menentramkan. Itulah sebabnya doa lelaki adalah : "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami).." (QS. 25:74).

Maka jadilah isteri penyenang hati suamimu. Sambutlah ia dgn senyummu yg paling manis, sambutlah ia dgn kelembutan kata dan berita gembira agar hatinya menjadi senang. Seperti yg dilakukan Ummu Sulaim yg tak langsung memberitahu suaminya, Abu Tholah, tentang kematian anak mereka karena baru pulang dari jihad. Tapi Ummu Sulaim terlebih dahulu melayani semua kebutuhan suaminya sampai tuntas. Baru setelah itu ia kabarkan tentang kematian anak mereka dgn cara yg lembut.

Wahai para isteri....tugas utama engkau adalah melayani suami. Saya ulangi, MELAYANI suami. Yang dimaksud melayani disini bukan mencucikan bajunya dan menyiapkan segala perlengkapan kerjanya karena itu bisa dilakukan oleh pembantu. Bukan juga tertawa, bercanda dan jalan-jalan karena itu bisa dilakukan oleh anak-anaknya atau teman-temannya. Bukan juga menasehatinya ini dan itu karena itu bisa dilakukan gurunya, atasannya atau orang tuanya. Namun yg dimaksud melayani disini adalah MEMUASKAN kebutuhan biologisnya. Karena hanya ini yg tdk bisa dilakukan oleh orang lain di sekitarnya, kecuali oleh isterinya. Jika ini yg dipahami isteri (yakni memenuhi kebutuhan biologis suaminya) dijamin hampir 80% masalah suami selesai. Yang 20% diselesaikan dgn bonus pelayanan isteri lainnya.

Jika masalah kebutuhan biologis suami selesai, maka ia akan besar hati dan ringan tangan memenuhi berbagai keinginan isterinya. Sebab lelaki akan pusing dan stres jika kebutuhan biologisnya tidak terpenuhi saat itu juga. Beda dgn perempuan yg bisa menahan keinginan biologisnya. Itulah sebabnya Rasulullah saw bersabda : "Demi jiwa Muhammad yang ada di Tangan-Nya. Seorang istri belum menunaikan hak Rabbnya, sebelum dia menunaikan hak suaminya. Seandainya suami meminta pelayanan dirinya dalam kondisi dia di dapur, maka dia (tidak diperkenankan) untuk menolaknya.” (HR. Ibnu Majah, 1853 dan dishahihkan oleh Al-Albany dalam Shahih At-Targhib, 1938)

Banyak isteri yg mengeluh bahwa ia telah melayani suaminya dgn baik tapi koq tetap dikhianati. Ketika saya tanya, apakah ibu telah memuaskan kebutuhan biologis suami ibu, maka ia menjawab malu-malu dgn jawaban yg tak pasti. Ingatlah, tidak sempurna ketaatan seorang isteri jika suaminya masih gelisah terhadap kebutuhan biologisnya.

Wahai para isteri...belajarlah bagaimana cara memuaskan kebutuhan biologis suamimu. Tampillah bergairah di depannya. Kuasai ilmunya. Para ulama terdahulu telah membuat berbagai kitab tentang sex education yang syar'i. Pelajarilah dan lakukan komunikasi seksual terbuka dgn suami. Tanyakan kepada suami apa yg diinginkannya agar ia puas. Jangan belajar ilmu ini lewat jalan yg tdk syar'i. Misalnya melalui video porno atau sarana maksiat lainnya yang membuat kebutuhan mulia ini berubah menjadi hina.

Wahai para isteri...insya Allah rumah tanggamu akan tenteram dgn solusi yg disampaikan diatas. Namun jika engkau telah melayani kebutuhan biologis suamimu dengan baik, tapi suamimu tetap berkelakuan buruk dan selingkuh, maka kesalahan bukan terletak lagi padamu tapi di suamimu yang jahil dan lupa diri. Dia bertanggung jawab di hadapan Allah karena tdk bersyukur mendapatkan isteri yang sholihah.

Saran saya, walau suamimu menyebalkan tetaplah berbuat baik kepadanya. Tak perlu banyak memberi nasehat kepada suami yg sedang lupa diri karena hanya membuatnya makin marah. Doakan saja dan minta Allah memberikan berbagai ayat (pelajaran) di sekitar hidupnya agar ia cepat bertaubat.

Wahai para isteri...ketahuilah tujuan utama berumah tangga bukanlah untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia, tapi untuk menyempurnakan ibadahmu kepada Allah, sehingga engkau bisa masuk ke dalam surga-Nya. Seringkali Allah memberikan engkau suami yang baik, tapi kadangkala juga tidak, semua adalah jalan yang mengantarkan engkau ke surga-Nya.

Jika engkau mendapatkan suami yang menyebalkan maka bersabarlah. Sebab surgamu terletak di tangan suamimu. Rasulullah saw bersabda, “Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR. Ahmad 4: 341 dan selainnya. Hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1933). Dalam hadits lain disebutkan : "Wanita mana saja yang meninggal dunia, kemudian suaminya merasa ridho terhadapnya, maka ia akan masuk surga".  (HR Ibnu Majah, dan di hasankan oleh Imam Tirmidzi).

Oleh sebab itu, tetaplah taat dan melayani suami walau ia tak membalasnya dgn kebaikan. Toh hidup hanya sebentar. Engkau hanya butuh bersabar melayani suamimu yang menyebalkan sekian tahun, tapi imbalannya engkau mendapatkan surga selamanya karena diridhoi oleh suamimu.

Wahai para isteri...Memang engkau sakit hati dan berkorban perasaan karena suamimu yg menyebalkan. Tapi tidak mengapa. Toh.. hanya sebentar. Satu hari dalam perhitungan Allah sama dengan seribu tahun dalam perhitungan manusia. Jadi hanya kurang dari 1 jam engkau bersabar dgn kelakuan suamimu. Daripada engkau melawannya yg menyebabkan engkau tidak diridhoinya, sehingga tidak masuk surga-Nya. Malah masuk ke neraka-Nya.

Jika suatu ketika suamimu berubah makin baik itu adalah bonus dari Allah, tapi kalau tidak, yg penting engkau telah dapat surga-Nya karena telah menyenangkan suami untuk mendapat ridhonya.

Wahai para isteri....Jangan mudah juga meminta cerai jika suamimu menyebalkan. Termasuk jika suami berpoligami. Sebab jika suami yang berpoligami bisa berlaku adil dalam nafkah maka agama justru tidak menghalalkan isteri meminta cerai. Jangan terpengaruh dgn ajaran femenisme yang menuntut kesetaraan semu yg justru menyengsarakan fitrah manusia.

Wahai para isteri....Perlu diketahui bahwa wanita bercerai dan tdk punya suami (janda ditinggal hidup suami) lebih sulit masuk surganya daripada wanita bersuami. Kalau wanita bersuami syarat masuk surganya hanya tiga, yaitu sholat fardhu, puasa ramadhan dan taat kepada suami (serta menjaga kemaluannya). Rasulullah saw bersabda : "Apabila seorang wanita mengerjakan shalat lima waktu, mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.” (HR. Ibnu Hibban 9/471 no.4163 dan ath-Thabrani 5/34 no.4598 dan yang lainnya; dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Adab az-Zafaf 286).

Namun jika janda (kecuali yg ditinggal mati oleh suaminya dgn ridhonya) maka syarat masuk surganya jauh lebih berat dan banyak. Kedudukan janda yang bercerai hidup dgn suaminya sama dengan lelaki (suami), karena sekarang ia menanggung urusannya sendiri. Sedang ketika jadi isteri tanggung jawabnya ada di pihak suaminya.

Oleh sebab itu, mendingan tetap jadi istri. Selain masih ada yang menanggung dalam hal nafkah, juga lebih mudah masuk surganya. Modalnya "hanya" mengorbankan perasaan karena suami menyebalkan, karena harus tetap taat kepada suami yang menyebalkan.

Hal itu jauh lebih ringan daripada lelaki (suami) yang masuk surganya berat karena harus dihisab dgn berbagai pertanyaan. Suami juga lebih berat  pengorbanannya. Korban perasaan yg lebih banyak di kehidupannya yg luas, korban pemikiran yg lbh memusingkan, korban waktu yg lbh terbatas, korban tenaga yg lebih terkuras,  bahkan korban nyawa jika diperlukan untuk berjihad. Itulah sebabnya rata-rata usia lelaki lebih pendek daripada usia perempuan karena tekanan hidupnya lebih berat daripada perempuan.

Wahai para isteri....maka bersyukurlah menjadi isteri walau suami menyebalkan. Semoga Allah mengikhlaskan hatimu dan meringankan langkahmu untuk tetap menjadi isteri yang sholihah.##.

By. Satria hadi lubis

NB : akan menyusul surat terbuka untuk para suami yang isterinya menyebalkan.

MOMENTUM KEHIDUPAN



Paling tidak ada 6 (enam) momentum dalam perjalanan hidup yang bisa mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan kita di masa depan. Maka berhati-hatilah dalam mengambil keputusan pada enam momentum tsb. Sebab bisa membuat kita menyesal berkepanjangan.

Enam momentum itu ialah :

1. Saat memilih sekolah
Pilihlah sekolah (Perguruan Tinggi) yang sesuai bakat (minat) dan peluang kerja yang ada. Salah pilih sekolah akan membuat ilmu yang ditekuni menjadi agak mubazir dan sulit berkarir. Maklum, di Indonesia ijazah masih penting. Melamar pekerjaan masih melihat ijazahnya apa.

2. Saat memilih jodoh
Pilih jodoh yang sholih/sholihah. Jangan tergoda dengan kriteria lain, seperti fisik atau materi. Sebab pernikahan itu seumur hidup. Bekal kesholihan lebih langgeng daripada bekal lainnya. Banyak perceraian terjadi karena lemah iman dan matere.

3. Saat memilih pekerjaan
Pilih pekerjaan yg berkarir panjang dan sesuai bakat. Ingat, hampir 8 jam lebih per hari kita di tempat kerja. Rugi jika tidak bahagia. Uang bukan segalanya. Yang penting bahagia di tempat kerja (job happiness).

Untuk fresh graduate ada usia rawan sampai dengan usia 27 tahun untuk memilih pekerjaan. Setelah itu agak sulit mencari kerja, kecuali memutuskan untuk wirausaha atau menjadi profesional.

4. Saat memilih rumah
Pilih rumah yang home sweet home (baiti jannati). Cirinya, lingkungannya baik, tetangganya gaul, rumahnya asri, tidak terlalu ramai kendaraan dan dekat masjid. Rumah di lingkungan yang buruk akan menjadi ancaman tersendiri dalam mendidik anak-anak.

5. Saat memilih komunitas (teman bergaul)
Pilih teman bergaul yang baik dan membimbing menuju taqwa. Jangan sungkan menjauhi teman-teman yang buruk dan pikirannya hanya duniawi. Ingat, temanmu adalah siapa sebenarnya kamu.

6. Saat memilih pemimpin
Pilih pemimpin yang muslim, sholih dan amanah. Entah itu saat pemilihan ketua RT/RW, walikota/bupati, gubernur, bahkan presiden. Jangan golput dan cuek dengan pemilihan pemimpin di tempat kita. Salah memilih pemimpin bisa sengsara selama bertahun-tahun. Dan bisa mempengaruhi kondisi ekonomi, sosial, dan iman keluarga dan diri kita pribadi.

Sekali lagi, berhati-hatilah dalam mengambil keputusan pada enam momentum di atas. Pertimbangkan dengan matang. Bermusyawarahlah dengan orang-orang bijak. Dan jangan terburu-buru (emosional).

Saya melihat banyak mereka yang memiliki masalah serta kesedihan berkepanjangan disebabkan kesalahan dalam mengambil keputusan pada enam momentum di atas. Atau gabungan dari kesalahan dalam enam momen di atas.

Semoga Allah selalu membimbing kita di dalam setiap momen kehidupan...aamiin.

By. Satria hadi lubis

Rabu, 11 Januari 2017

NIKMAT SUJUD




Orang tua itu susah payah untuk bisa sujud. Penyakit punggung yg telah menderanya sekian lama membuatnya tidak bisa sujud saat sholat. Jika dipaksakan, ia akan kesakitan sampai mengaduh. Matanya berkaca-kaca karena tidak bisa sempurna untuk menjalankan sholat. Terlebih lagi, ia baru saja bertobat untuk menjalankan sholat lima waktu ketika usianya sudah senja.

Subhanallah. ..sungguh nikmat sholat itu justru ketika kita bisa berlama-lama sujud sambil berdoa dan meminta ampun kepada Allah swt. Menyungkurkan wajah yg angkuh ini sambil menangis mengakui kekurangan dan kebodohan atas rahmat-Nya yg tak terkira.

ÙˆَÙŠَØ®ِرُّونَ Ù„ِÙ„ْØ£َذْÙ‚َانِ ÙŠَبْÙƒُونَ ÙˆَÙŠَزِيدُÙ‡ُÙ…ْ Ø®ُØ´ُوعًا

"Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu" (Qs. 17:107).

Namun lelaki tua yang saya jumpai itu tak lagi dapat melakukannya. Ia telah kehilangan salah satu nikmat Allah, bisa bersujud.

Padahal sujud adalah saat dimana seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya. “Keadaan paling dekat seorang hamba dari Rabbnya adalah ketika dia dalam keadaan sujud, maka perbanyak doa (di dalamnya)” (HR. Muslim).

Di saat sujudlah, seorang hamba bisa mengadu, berkeluh kesah dan meminta bantuan atas  berbagai cobaan hidup yg dialaminya. Saat sujud, rasa galau berganti menjadi ketenangan. Pesimis berganti menjadi optimis. Tangis putus asa berganti menjadi senyum harapan.

Namun nikmat sujud itu hilang dari lelaki yang saya jumpai di mesjid itu. Posisi yang paling dekat antara dia dengan Tuhan yang Maha Pengasih telah hilang dan menjadi cobaan baginya. Walau dipaksakan sampai merintih kesakitan untuk sujud, tetap ia tak bisa melakukannya.

Sungguh manusia butuh sujud. Saya tak dapat membayangkan betapa sedihnya hati ini jika suatu ketika saya tak bisa sujud seperti lelaki tua itu. Hilang  sudah saat-saat indah berdekatan dgn Allah. Hilang sudah kenikmatan berlama-lama menyungkur pasrah menguatkan jiwa seperti yg dilakukan Umar ra atau orang besar lainnya. Dengan berbekal sujud, mereka tampil perkasa di panggung dunia.

Sayangnya.. nikmat sujud ini justru sering diabaikan oleh mereka yang masih mampu bersujud. Sujud mereka kilat dan tak sempurna. Hal itu bukan saja membuat sholat tidak khusyuk, tapi juga membatalkan sholat.  “Tidak sah shalat bagi siapa yang tidak mengenakan hidungnya ke tanah sebagaimana kenanya dahi.” (HR. Ad Daruquthni, no. 1335 dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Sifat Ash Shalah).

Lebih celaka lagi jika ada orang yg mengabaikan kenikmatan sujud dengan jarang melakukan sholat. Sholat lima waktu diabaikannya. Inilah orang yang kufur atas nikmat sujud dan sombong terhadap Allah.

Wahai saudaraku ....belumkah tiba bagimu waktu untuk bersyukur dengan nikmat sujud? Apakah engkau baru sadar setelah tak mampu lagi bersujud? Atau baru menyesal setelah Allah memaksamu bersujud (dengan kematian yang menyakitkan)? Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?

Ø¥ِÙ†َّÙ…َا ÙŠُؤْÙ…ِÙ†ُ بِآيَاتِÙ†َا الَّذِينَ Ø¥ِذَا ذُÙƒِّرُوا بِÙ‡َا Ø®َرُّوا سُجَّدًا ÙˆَسَبَّØ­ُوا بِØ­َÙ…ْدِ رَبِّÙ‡ِÙ…ْ ÙˆَÙ‡ُÙ…ْ Ù„َا ÙŠَسْتَÙƒْبِرُون

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami) mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri" (Qs. 32:15).##

By. Satria Hadi Lubis



KUMPULAN PUISI



Hidup Ini Keras Nak

Hidup ini keras nak..
Itulah sebabnya engkau diajarkan agama dan budi pekerti sbg benteng jati dirimu.
Lalu kau tanam itu susah payah di dlm dirimu untuk mendapatkan buahnya kelak.

Hidup ini keras nak....
Itulah sebabnya engkau dihujat atau dipuji saat dewasa.
Lalu engkau menanggung sendiri akibatnya, tanpa bisa berlindung atau membanggakannya di hadapan ayah dan ibumu yg telah tiada.

Hidup ini keras nak..
Berdirilah dgn tegar dan bangunlah terus jiwa muliamu!

(By : satria hadi lubis)

--------

Menua Bersamamu
By: satria hadi lubis

Terima kasih kekasih karena engkau mau menua bersamaku

Aku yang lemah dan banyak khilaf ini
Aku yang egois dan tak sabar untuk memahamimu
Aku yg hanya satu dari seribu manusia yg bisa engkau pilih untuk menjadi pasanganmu

Terima kasih kekasih karena engkau mau menua bersamaku

Engkau yang baik dan pengertian
Engkau yang dalam doa diammu dan dalam teriak sayangmu hanya ingin agar aku bahagia
Engkau yang dalamnya lautanpun tak dapat mengalahkan dalamnya lautan cintamu kepadaku.

Terima kasih kekasih karena engkau mau menua bersamaku

Walau sering tidak terucap.
Namun tatapan mata kita.. sentuhan raga kita..
Berkata jujur tentang cinta di antara kita.
Canda dan serius kita dilumuri oleh rasa syukur karena saling sayang di antara kita.
Bahkan benci dan marahan kita pun tak dapat mengalahkan rindu dan kangen kita.

Terima kasih karena engkau mau menua bersamaku.

Bersama tubuh ringkih ini
Bersama wajah yg makin keriput ini
Bersama masa lalu yg penuh suka dan duka
Bersama masa depan yg akan menunggu ajal

Terima kasih kekasih..engkau tetap mau di sisiku
Menghabiskan asa yg tersisa
Meniti jalan ke surga
Meninggalkan warisan generasi sholih

Terima kasih kekasih karena engkau mau menua bersamaku.
Semoga Tuhan sang pemilik cinta  memberi karunia cinta ini sepanjang jaman.

Sekali lagi..
Terima kasih kekasih karena engkau mau menua bersamaku.
-------

PEMUDA : DULU DAN KINI

Pemuda
Dulu idealis
Kini materialis

Pemuda
Dulu moralis
Kini hedonis

Pemuda
Dulu berani sendirian
Kini berani keroyokan

Pemuda
Dulu berani mati
Kini takut mati, takut hidup

Pemuda
Engkau dimana?

By satria hadi lubis, 28 Oktober 2015
-------

Palestina Matahari Jihad

Palestina matahari jihad kami..
Dari Izzudin al Qassam sampai Muh. Farhat
Bertabur pahlawan yang murka akan kezaliman
Dari merekalah kami belajar apa artinya mati

Palestina matahari jihad kami...
Dari Ismail Haniyah sampai pemuda nanar tanpa takut
Yang bersiaga di baris depan al Quds
Dari merekalah kami belajar apa artinya hidup

Palestina matahari jihad kami..
Tentang ibu yang kehilangan putranya, tentang istri yang kehilangan suaminya, tentang anak yang kehilangan bapaknya
Dari merekalah kami belajar apa arti jadi wanita dan anak yang sesungguhnya
Wanita dan anak yang siap mengganti dan menabur  semangat jihad tak kunjung mati

Palestina matahari jihad kami..
Mungkin itulah maksud Allah mengapa engkau tak kunjung merdeka
Agar engkau terus membakar kami dengan jihadmu di segala musim ketika banyak manusia mabuk akan dunia
Agar engkau terus menjadi monumen kebanggaan orang-orang berani di sepanjang masa
Agar engkau menjadi bukti benarnya iman dan kebahagiaan sejati
Agar engkau mengajarkan betapa mulianya hidup dengan jihad dan mati dengan syahid
Agar engkau mengajarkan  harga diri itu adalah jihad bagimu dan bagi kami

Palestina oh Palestina
Engkaulah matahari jihad kami..
Tanpamu...kami bukan apa-apa.

By. Satria hadi lubis (20/10/2015)
-------

Senin, 04 April 2016

MENJADI PRIBADI YANG BERINTEGRITAS


 
Oleh : Satria Hadi Lubis
(Widyaiswara Madya STAN)

Pendahuluan
            Sebagai sebuah institusi yang memegang peranan vital dalam mengelola keuangan negara dan menentukan jatuh bangunnya Republik Indonesia, Kementerian Keuangan membutuhkan jajaran sumber daya aparatur yang berkualitas dan kompeten. Berbagai upaya strategis terus menerus dilakukan untuk memperbaiki kinerja dan meningkatkan kompetensi, baik hard skills yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas dan fungsi unit di Kementerian Keuangan, maupun soft skills yang dipersyaratkan dalam JPM (Job Person Match). Sementara itu, salah satu dari 35 soft skills sebagaimana disebutkan di dalam Peraturan Sekretaris Jenderal  Kementerian Keuangan (Persekjen) No 55/SJ/2008, yaituintegritas menjadi salah satu karakter khusus di Kementerian Keuangan yang harus dimiliki dan menyatu dalam ucapan, pikiran, dan perbuatan setiap pegawainya.
            Integritas juga menjadi salah satu nilai-nilai Kementerian Keuangan yang idealnya harus terwujud dalam diri setiap pegawai Kementerian Keuangan. Integritas menurut nilai-nilai Kementerian Keuangan diartikan sebagai berpikir, berkata, berperilaku dengan baik dan benar serta memegang teguh kode etik dan prinsip-prinsip moral. 
Teori tentang Integritas
            Integritas berasal dari bahasa latin “integrate” yang artinya komplit atau tanpa cacat, sempurna, tanpa kedok. Maksudnya adalah apa yang ada di hati sama dengan apa yang kita pikirkan, ucapkan, dan lakukan (Bertens, 1994).
Integritas (integrity) adalah bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan organisasi serta kode etik profesi, walaupun dalam keadaan yang sulit untuk melakukannya. Secara sederhana, integritas menunjukkan keteguhan sikap, menyatunya perbuatan dan nilai-nilai moral yang dianut oleh seseorang. Orang yang memiliki integritas tidak akan tergoyahkan oleh godaan untuk mengkhianati nilai-nilai moral yang diyakini.
            Pribadi berintegritas adalah pribadi yang mempertahankan tingkat kejujuran dan etika yang tinggi dalam perkataan dan tindakannya sehari-hari. Mereka adalah orang-orang yang kompeten, teliti dan handal dalam berperilaku, dapat dipercaya oleh rekan kerjanya, bawahan dan atasannya serta pihak luar. Mereka juga memperlakukan orang lain dengan adil.
Beberapa pendapat tentang integritas dan pribadi yang berintegritas adalah sebagai berikut :
1.        Henry Could
          Orang-orang yang menjadi pemimpin atau yang benar-benar sukses cenderung memiliki tiga kualitas. Kualitas dimaksud menurut Henry Cloud (2006), yaitu memiliki perangkat kemampuan tertentu, membangun hubungan saling menguntungkan (lebih dari sekedar networking), dan berkarakter. Setidaknya, karakter yang dimaksud di sini adalah mencakup etika dan integritas. Kesuksesan seorang pemimpin tidak hanya dilihat dari seberapa besar kemampuannya dalam bidang tertentu, tetapi yang lebih penting adalah seberapa besar integritas dirinya dalam mengelola dan menggunakan kemampuannya tersebut sesuai dengan nilai-nilai moral yang diyakininya.
2.        Dr. Phill Pringle
          Beberapa penjelasan mengenai integritas menurut Dr. Phill Pringle (2001) dalam bukunya Top 10 Qualities of A Great Leader adalah sebagai berikut :
1.        Integritas berasal dari sikap tidak mementingkan diri sendiri.
2.        Integritas dibangun di atas dasar disiplin.
3.        Integritas adalah kekuatan moral yang terbukti tetap benar di tengah api godaan.
4.        Integritas adalah kemampuan untuk bersabar ketika hidup ini tidak berjalan mulus.
5.        Integritas adalahtahan uji yang memerlukan perilaku yang dapat diduga.
6.        Integritas adalah kekuatan yang tetap teguh sekalipun tidak ada yang melihat.
7.        Integritas adalah menepati janji-janji, bahkan ketika merugikan Anda.
8.        Integritas, tetap setia kepada komitmen, bahkan ketika itu tidak nyaman.
9.        Integritas, tetap teguh pada nilai-nilai tertentu meskipun dirasakan lebih populer untuk mencampakkannya.
10.    Integritas, hidup dengan keyakinan, ketimbang dengan apa yang disukai.
11.    Integritas adalah pondasi dari kehidupan, jika integritas baik, maka kehidupan baik, begitupun sebaliknya.
12.    Integritas dibentuk melalui kebiasaan.

3.        Stephen R. Covey
          Pendapat yang disampaikan oleh Stephen R. Covey (1997) yang dekat dengan integritas adalah “begin with the end mind”, yaitu selalu bertanya, “Apa yang Anda inginkan agar orang lain tetap mengingat Anda setelah Anda meninggal dunia?”. Tentu saja kita ingin nama baik menjadi hal yang tersisa di dunia ini setelah kita meninggal dan hal ini akan membuat kita menjadi orang yang berintegritas.
4.        Billy Boen
          Menurut Billy Boen (2009), image, reputasi atau nama baik adalah hal penting yang menjadi target seseorang yang ingin sukses dalam pekerjaan. Salah satu cara untuk menjaga nama baik adalah memperhatikan diri sendiri yang sesungguhnya. Tidak bermuka dua, artinya mengatakan satu hal kepada seseorang, lalu mengatakan hal yang bertolak belakang dengan apa yang dikatakan itu kepada orang lain. Cara ini adalah dengan mengucapkan dan melakukan apa yang diyakini benar. Jangan katakan dan bertindak apa yang sudah diyakini salah. Cara seperti ini merupakan ciri orang yang berintegritas. Integritas tidak dapat dipisahkan dengan jujur. Jadi, jika kita melakukan pekerjaan secara tidak jujur, artinya kita tidak memiliki integritas. Tidak bergosip adalah salah satu cara mudah untuk menjaga integritas. Jika kita membicarkan seseorang di belakangnya, kemungkinan besar kita juga akan membicarakan orang yang kita ajak bicara tadi di belakangnya.
          Billy Boen (2009) juga mengatakan, jika seseorang sudah tahu apa keinginannya, semua perilaku dan tindakannya akan mengupayakan agar keinginan itu terwujud. Pada umumnya, tindakan untuk mencapai keinginan tersebut memerlukan integritas. Dengan integritas, seseorang akan melakukan segala sesuatunya secara positif dan konsisten.
5.        Zig Ziglar
          Seorang motivator dunia, Zig Ziglar (2007) berkata, “Seberapa jauh prestasi yang Anda capai dalam kehidupan Anda, bukan yang ditentukan dari apa yang terjadi pada diri Anda, melainkan dari apa yang Anda perbuat selama hal itu terjadi pada diri Anda.” Maksudnya, hasil akhir bukanlah satu-satunya yang dinilai, tetapi bagaimana kita bersikap dan bertindak selama proses untuk menuju kepada hasil. Dengan adanya integritas diri, sikap dan tindakan tersebut akan sesuai dengan sistem norma. Integritas diri akan membentuk komitmen, yang nantinya prestasi yang kita raih akan dihargai oleh orang lain.
6.        Wuryanano
            Integritas merupakan salah satu prinsip dari 21 prinsip dalam buku The 21 Principles to Build and Develop Fighting Spirit  karangan Wuryanano (2011). Menurutnya, orang yang mempunyai integritas adalah orang yang menerapkan sistem norma untuk menilai kehidupan, sehingga kehidupannya seperti “buku yang terbuka”. Ia tidak punya apapun untuk disembunyikan maupun untuk ditakuti. Integritas diri punya pengaruh yang tinggi pada kehidupan setiap orang. Integritas diri akan membentuk reputasi atau prestasi diri yang kuat pada diri masing-masing. Orang yang terarah kehidupannya akan lebih jauh dan lebih cepat prestasinya di dalam seluruh bidang kehidupan dibandingkan dengan yang tidak terarah. Integritas diri bukanlah sebatas apa yang kita lakukan, tetapi lebih banyak menunjukan siapa diri kita sesungguhnya.
            Jadi dapat dikatakan bahwa integritas adalah suatu sikap dan perilaku konsisten untuk menjunjung tinggi etika kerja dan etika profesi. Integritas mensyaratkan adanya godaan atau peluang untuk melakukan perbuatan tercela. Namun orang yang berintegritas tidak melakukan perbuatan tercela tersebut karena ia memiliki keyakinan akan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai luhur di lingkungannya.
Bagaimana Membangun Pribadi Berintegritas
            Untuk membangun pribadi berintegritas sebenarnya tidak susah karena sekurang-kurangnya cukup dengan melakukan tiga langkah penting. Pertama, Anda harus membangun konsep diri positif, yaitu memiliki pandangan dan perasaan yang positif mengenai diri sendiri yang akan membuat seseorang menjadi manusia yang optimis dalam menyelesaikan masalah. Kemudian merasa setara dengan orang lain, menganggap pujian sebagai kewajaran, menyadari bahwa kita tidak bisa menyenangkan semua orang dan memiliki kemampuan untuk mengubah diri. Disamping itu, kunci untuk hidup dalam integritas diantaranya adalah memiliki karakter jujur, hati yang tulus, tidak munafik, tidak menyimpan kesalahan atau konflik, pandai menjaga lidah, berani mengakui kesalahan dan bertanggung jawab terhadap komitmen yang telah kita buat kapan dan dimanapun kita berada.
          Kedua, Anda harus melihat integritas sebagai “ integritas seluruh bagian”. Menurut Henry Cloud (2006), ada enam aspek integritas, yaitu :
1.              Kemampuan terhubung secara autentik (yang mengarah pada rasa percaya).
2.              Kemampuan berorientasi pada kebenaran (yang mengarah pada penemuan kenyataan dan bekerja sesuai kenyataan).
3.              Kemampuan bekerja dengan cara yang menghasilkan dan selesai dengan baik (yang mengarah pada pencapaian sasaran, laba, atau misi)
4.              Kemampuan terlibat dalam menghadapi hal negatif (yang mengarah pada penyelesaian atau perubahan masalah).
5.              Kemampuan untuk berorientasi pada pertumbuhan (yang mengarah ada peningkatan).
6.              Kemampuan untuk menjadi transenden (yang mengarah pada perluasan gambaran yang lebih besar dari diri sendiri).
          Ketiga, Anda harus mengenali konsep dari integritas tersebut. Menurut Henry Cloud (2006), ada empat konsep integritas, yakni :
1.        Sebagai keterampilan
       Integritas merupakan sebuah keterampilan yang harus dilatih terus-menerus. Ia bukan sesuatu yang ada dalam kepribadian seseorang . Integritas diajarkan dan dipelajari sepanjang hidup.
2.        Sebagai pedoman
       Integritas merupakan “benchmark”, rujukan atau tujuan yang digunakan dalam membuat keputusan yang berdasarkan pada kebenaran dan kejujuran.
3.        Sebagai bangunan yang kokoh
       Integritas harus dibangun dan dilestarikan sepanjang hidup. Integritas merupakan suatu bangunan di dalam hati seseorang, dimulai ketika orang itu masih muda. Integritas harus dipelihara terus menerus, jika tidak maka bangunan yang sudah dibuat selama hidup dapat runtuh dalam waktu singkat.
4.        Sebagai benih
       Integritas ibarat sebuah benih yang ditanam sejak kecil, disirami dan akan berbunga di saat dewasa. Semakin rajin dirawat, akan lebih cepat tumbuh dan berbunga. Jika tanaman kita mati, harus segera menanam yang baru dan disirami tiap hari. Perlu diingatkan bahwa tanaman tidak bisa langsung berbunga, perlu waktu untuk kembali seperti semula.
Kesimpulan
       Integritas adalah bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan organisasi serta kode etik profesi dan etika kerja, walaupun dalam keadaan yang sulit untuk melakukannya. Integritas sangat penting untuk dimiliki oleh setiap orang. Orang yang memiliki integritas tinggi mampu menghadapi setiap godaan yang akan merusak integritasnya. Dia akan hidup dengan keyakinan yang kuat dan berpegang teguh pada nilai-nilai yang diyakininya. Integritas yang tinggi akan melahirkan orang-orang yang disiplin dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Pribadi yang berintegritas akan tetap pada komitmennya dan tahan terhadap ujian yang akan menggoncangkan komitmen tersebut.
       Mengingat pentingnya integritas, maka setiap pegawai Kementerian Keuangan harus berusaha untuk menjadi pribadi yang berintegritas. Selama ada Republik Indonesia, maka Kementerian Keuangan harus terus berdiri sebagai sebuah institusi yang mempunyai cita-cita, integritas, kompetensi, dedikasi dan loyalitas yang tinggi. Keempat karakter dasar tersebut di atas bisa menjadi ciri dari Kementrian Keuangan, sekaligus perekat dari organisasi.

Daftar Bacaan :
Lubis, Satria H. 2011. Bahan Ajar KSPK II. STAN, Tangsel.
Cloud, Henry. 2006. Integritas : Keberanian Memenuhi Tuntutan Kenyataan. Gramedia, Jakarta.
Pringle, Phill. 2001. Top 10 Qualities of A GreatLeader. Pearson Horizon Editions, Canada.
Covey, Stephen R. 1997. Seven Habits of Highly Effective People. Bina Rupa Aksara, Jakarta.
Boen, Billy. 2009. Young On Top : 30 Rahasia Sukses di Usia Muda. Gagas Media, Jakarta.
Wuryanano. 2011. The 21 Principles to Build and Develop Fighting Spirit. Elex Media Komputindo, Jakarta.
Ziglar, Zig. 2007. Gods Way is Still The Best Way. Bhuana Ilmu Populer, Jakarta.
Bertens, K. 1994. Etika, Gramedia, Jakarta. 
................. Kompilasi PidatoMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Sekretariat Jendral, Kementrian Keuangan. 2010.
Basalamah, Anies S. Artikel : “Mengenali Motivasi untuk Meningkatkan Kinerja “. 2010.