Selasa, 21 Maret 2023

JANGAN MENUNGGU BAHAGIA

By. Satria hadi lubis

Untuk menjadi orang kaya, kamu perlu menunggu sampai berhasil mencari uang.
Untuk menjadi orang berpangkat, kamu perlu menunggu sampai saatnya dipilih atau dipromosikan.
Untuk menjadi orang tenar, kamu perlu menunggu sampai saatnya kamu terkenal.
Namun...
Untuk menjadi orang yang bahagia, kamu TAK PERLU MENUNGGU.
Bahagia itu bisa sekarang juga....now!
Rugi kalau kamu menunggu bahagia suatu saat NANTI.
Rugi jika baru bahagia setelah kamu kaya, berpangkat dan tenar!
Padahal kaya, pangkat dan tenar itu belum tentu diperoleh sampai kapanpun
Sedang bahagia bisa diperoleh SEKARANG JUGA!
Berapa waktu yang terbuang percuma jika kamu MENUNGGU bahagia
Padahal hidup hanya sekali dan kamu BERHAK bahagia SAAT INI.
Berbahagialah detik ini juga dengan cara bersyukur.
Berbahagialah menit ini juga dengan cara mengingat keagungan Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Barbahagialah jam ini juga dengan cara berbagi kepada orang lain dengan apa yang kamu punya.
Berbahagialah hari ini juga dengan cara berpegang teguh kepada nilai-nilai mulia.
Berbahagialah bulan ini juga dengan cara hidup seimbang antara memenuhi kebutuhan jasmani, akal dan jiwa.
Berbahagialah tahun ini juga dengan cara menjalankan peran yang sedang kamu lakukan saat ini dengan sebaik-baiknya.
Jangan kamu MENUNGGU bahagia, karena itu kerugian serugi-ruginya.
Tapi berbahagialah SEKARANG juga. Sebab itu keberuntungan dan kemenangan hidup SEJATI!

MENGELOLA KEKURANGAN SUAMI ISTERI

 

By. Satria hadi lubis
Setiap suami isteri memiliki kekurangan. Yang jika tidak dikelola dengan baik, kekurangan tersebut bisa menjadi bencana dalam rumah tangga.
Syahdan, ada sepasang suami isteri yang hidup rukun dan telah dikarunia anak-anak yang pintar dan sholeh.
Sampai suatu ketika di usia pernikahan mereka yang sudah puluhan tahun, sang suami menikah lagi secara diam-diam tapi akhirnya ketahuan isterinya.
Mengapa bisa ketahuan? Si isteri menyadap hape suaminya. Dan mengapa si isteri punya ide menyadap hape suaminya? Karena si suami sudah berkali-kali ketahuan serong. Ditutupi dan ketahuan lagi. Ditutupi dan ketahuan lagi. Sepertinya si suami punya kekurangan, yakni suka dikagumi banyak perempuan. Mungkin karena ia merasa ganteng dan masih menarik bagi perempuan.
Sebenarnya alasan si suami untuk mendekati perempuan lain adalah agar bisa menikah lagi. Tapi ia gagal memberikan pemahaman kepada isterinya untuk menerima konsep poligami, sehingga upaya mencari isteri baru dilakukan dengan diam-diam.
Kekurangan sang isteri adalah terlalu mencintai suami, sehingga bawaannya cemburu dan curiga terus bahwa suaminya serong. Sampai suami merasa terkekang dan merasa gak nyaman, sehingga akhirnya malah membuktikan kecurigaan istrinya dengan selingkuh betulan dan akhirnya menikah lagi secara diam-diam.
Tidak usah dipermasalahkan mana yang lebih dulu membuat masalah, si suami atau isteri. Ini sama saja dengan berdebat mana yang lebih dulu antara ayam dan telor ayam.
Yang perlu diambil pelajaran adalah kekurangan masing-masing suami dan isteri perlu dikelola dengan baik. Jangan terpancing membalas kekurangan pasangan dengan tindakan emosional.
Mestinya sang suami paham, jika gagal memberikan penjelasan kepada isteri tentang konsep poligami, sebaiknya jangan ngotot melangkah untuk poligami. Mentang-mentang tidak perlu izin isteri untuk berpoligami, bukan berarti suami bisa melakukan poligami secara diam-diam. Sebab mudharatnya lebih banyak, yakni berbohong yang awalnya sedikit tapi lama kelamaan menjadi bukit. Jika ketahuan, maka bisa menjadi konflik berkepanjangan dalam sebuah rumah tangga.
Si isteri juga cintanya berlebihan. Cinta yang berujung pada cemburu dan curiga akut kepada gerak gerik suami. Membuat suami merasa terkekang dan tidak nyaman.
Si suami sudah berkali-kali menasehati istrinya agar tidak terlalu mengekang dan mencurigainya. Saking kesalnya, si suami sampai menjatuhkan talaq ke istrinya. Lalu rujuk lagi dan ditalaq lagi. Sampai akhirnya jatuh talaq tiga.
Cerita di atas merupakan akibat dari ketidakmampuan keduanya mengatasi kekurangan masing-masing. Dan berlebihan dalam mengeksploitasi kekurangan pasangannya.
Di kemudian hari ...
Si suami menyesal karena di balik kekurangan istrinya masih banyak lagi kelebihannya. Si istri juga menyesal dengan alasan yang sama. Tapi nasi sudah jadi bubur. Mereka tak dapat bersatu lagi karena talaq tiga sudah jatuh.
Mereka akhirnya bercerai...

HILANG UNTUK MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK

 By. Satria hadi lubis

Baru-baru ini, saya kehilangan sandal di sebuah mesjid setelah sholat Jum'at. Saya mencoba mencari hikmah dibalik musibah kehilangan sandal tersebut.
Salah satu hikmah yang saya dapat adalah beberapa hari sebelum sandal itu hilang, saya ingin sekali membeli sandal idaman saya di sebuah toko, tetapi ragu-ragu untuk membelinya dengan alasan sandal lama saya masih bagus dan mubazir kalau beli sandal lagi.
Keraguan saya tersebut berganti menjadi mantap untuk membeli sandal idaman saya tersebut setelah saya kehilangan sandal. Sebab saya tak punya sandal yang lain lagi, sehingga keinginan saya untuk memperoleh sandal idaman saya menjadi tercapai.
Dalam hidup ini, kita kadang ragu untuk mengambil keputusan. Padahal keraguan tersebut dapat merugikan diri sendiri dan menghilangkan kesempatan untuk mendapatkan yang lebih baik. Lalu Allah yang Maha Hikmah membantu kita dengan cara mendatangkan musibah berupa KEHILANGAN agar kita tak berlama-lama ragu dalam mengambil keputusan mencari penggantinya.
Saya jadi teringat dengan doa yang diajarkan Rasulullah saw ketika kita mendengar musibah orang yang meninggal dunia.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
"Ya Allah, ampunilah ia, kasihilah ia, berilah ia kekuatan, maafkanlah ia, dan tempatkanlah di tempat yang mulia (surga), luaskan kuburannya, mandikan ia dengan air salju dan air es. Bersihkan ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran, berilah ganti rumah YANG LEBIH BAIK dari rumahnya (di dunia), berilah ganti keluarga (atau istri di surga) yang LEBIH BAIK daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) YANG LEBIH BAIK daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan ia ke surga, jagalah ia dari siksa kubur dan neraka." (HR. Muslim).
Dari doa tersebut, kita belajar ternyata dibalik musibah kehilangan orang yang meninggal dunia ada jalan untuk memperoleh pengganti yang lebih baik. Paling tidak kita mendapatkan yang lebih baik di sisi lain.
Oleh sebab itu, janganlah kita berlarut-larut dalam kesedihan dan keraguan. Sebab bisa jadi di balik musibah kehilangan ada rencana Allah agar kita mendapatkan pengganti yang lebih baik.
Jadi jika ada seorang gadis di-ghosting cowok yang dicintainya tidak usah berlarut dalam sedih. Segera ambil keputusan untuk banting setir melupakannya. Yakinlah bahwa Allah akan mengganti cowok ghost itu dengan pria yang lebih baik.
Jika ada istri atau suami punya pasangan yang suka selingkuh dan KDRT jangan berlama-lama dalam derita dan ragu mengambil keputusan bercerai. Sebab dibalik musibah perceraian tersebut, Allah telah menyediakan jodoh yang lebih baik.
Begitu pun untuk musibah lain, seperti kehilangan harta, kehilangan pekerjaan, kehilangan orang-orang yang dicintai, bahkan kehilangan kesehatan. Semua itu mungkin saja cara Allah agar kita mendapatkan pengganti yang lebih baik. Mungkin pengganti yang serupa atau yang berbeda tapi esensinya lebih baik daripada sebelumnya dan lebih mendekatkan kita kepada Allah SWT.
Maha Benar Allah dengan segala hikmah-Nya di balik musibah berupa kehilangan.

YA ALLAH...AKU BAHAGIA

By. Satria hadi lubis

Ya Allah...Robb Maha Pengasih
Aku bersyukur karena Engkau telah menjadikan aku sebagai salah satu orang yang bahagia di muka bumi ini.
Aku yakin ya Allah...bahwa bahagia yang Engkau berikan kepadaku bukanlah bahagia semu. Bukan pula pura-pura bahagia. Bukan juga bahagia subyektif berdasarkan perasaan saja. Tapi yang engkau berikan kepadaku adalah bahagia sejati.
Bahagia sejati yang muncul dari mencintai-Mu di atas segalanya. Selalu berusaha untuk mau berkorban demi menjalankan dan membela syariat-Mu, seperti yang Engkau ajarkan dalam Kitab-Mu.
Ya Allah....Robb yang Maha Penyayang
Kekalkan kebahagianku ini sampai aku mati, sampai aku di akhirat kelak, sampai aku masuk surga bersama para nabi, para syuhada, para shiddiqin dan orang-orang sholih.
Sungguh... bahagia yang Engkau berikan ini membuatku kuat menghadapi berbagai masalah kehidupan, menghadapi berbagai ujian-Mu ya Allah...
Mohonku ya Allah....
Jangan tinggalkan aku dalam kesendirian
Bimbing aku, kuatkan terus aku, dan sinari aku selalu dalam kebahagiaan sejati yang Engkau berikan ini
Aku bersyukur kepada-Mu ...ya Allah dengan syukur tanpa henti.
Aku tersenyum sampai menangis karena menikmati kebahagian ini dari saat ke saat...
Jika Engkau bertanya kepadaku : "Maka nikmat Robb-mu manakah yang engkau dustakan?"
Aku akan menjawab tanpa ragu : "Tak ada nikmat-Mu yang aku dustakan!"

KECANDUAN KEKAYAAN

By. Satria hadi lubis

Menurut Wikipedia, kecanduan atau ketagihan adalah saat tubuh atau pikiran kita menginginkan sesuatu secara terus menerus, sehingga kehilangan kontrol bahkan bisa membinasakan diri sendiri. Biasanya hal ini merujuk pada rasa suka yang terlalu dan didorong oleh keinginan yang kuat atau kegemaran berlebihan terhadap suatu hal. Dampaknya, kita terus menerus gelisah jika yang dikehendaki tersebut belum terpenuhi.
Bentuk kecanduan bisa beragam. Ada kecanduan narkoba, pornografi, hape, game, rokok, alkohol, dan lain-lain.
Dengan viralnya berita akhir-akhir ini tentang maraknya korupsi dan banyaknya mereka yang pamer harta (flexing), kita makin sadar bahwa ada satu jenis kecanduan yang sama bahayanya dengan kecanduan lainnya, yaitu KECANDUAN KEKAYAAN.
Orang yang kecanduan kekayaan biasanya dipengaruhi oleh pendidikan dan lingkungannya yang buruk, sehingga pola pikirnya menjadi sesat terhadap makna kekayaan (materi).
Ciri-ciri mereka yang kecanduan kekayaan antara lain :
1. Cenderung bersifat pragmatis dan hedonis, bukan idealis.
2. Kurang bersyukur terhadap apa yang dimilikinya saat ini, terutama dalam hal kekayaan.
3. Suka mengeluh dan berkeluh kesah tentang kondisi ekonominya.
4. Susah hidup sederhana dan suka berkhayal untuk menjadi orang kaya.
5. Cenderung serakah dan pelit, sehingga empatinya untuk membantu orang lain sangat kurang.
6. Ingin memuaskan berbagai keinginan materinya dan susah untuk merasa cukup jika sekedar memenuhi kebutuhannya.
7. Mudah tergoda dan tertipu dengan berbagai tawaran uang dan materi, walau tawaran itu tidak logis dan menghalalkan segala cara.
8. Merasa dirinya kurang bahagia jika tidak punya uang dan yakin hanya uang yang bisa membuat ia bahagia.
9. Beribadah dan berdoa dengan tujuan agar bisa kaya. Bukan untuk mencari ridho Allah dan keberkahan hidup.
10. Jika berbicara atau mengobrol dengan siapa saja lebih banyak membahas tema kekayaan dan materi.
Semakin banyak ciri-ciri di atas ada pada diri seseorang, maka semakin akut kecanduan kekayaan yang dideritanya. Dan semakin sulit ia untuk bersyukur serta menikmati kebahagiaan hidup.
Allah SWT berfirman : "Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia kecintaan terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan bagi Allah-lah tempat kembali yang baik. Katakanlah, “Maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?” Bagi orang-orang yang bertakwa tersedia bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan pasangan-pasangan yang suci, serta ridla Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya(Qs. Ali ‘Imran ayat 14-15).
Dalam sebuah hadits disebutkan : "Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku khawatirkan dari kalian. Akan tetapi yang aku khawatirkan atas kalian adalah bila kalian telah dilapangkan harta dunia sebagaimana telah dilapangkan kepada orang-orang sebelum kalian. Lalu kalian bersaing memperebutkannya sebagaimana mereka bersaing memperebutkannya sehingga harta dunia itu membinasakan kalian sebagaimana telah membinasakan mereka” (HR. Bukhari dan Muslim).
Pada umumnya, seorang ayah di akhir hayatnya sangat mengkhawatirkan kemiskinan pada anak-anaknya. Tapi tidak dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibarat ayah bagi umatnya, beliau sama sekali tidak mengkhawatirkan kemiskinan dan kefakiran pada umatnya. Padahal beliau sangat mencintai umatnya. Yang beliau khawatirkan justru sebaliknya. Rasulullah mengkhawatirkan kekayaan dan kelapangan harta pada umatnya.
Al-Hafidz Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa hal itu disebabkan mudarat kemiskinan lebih ringan daripada mudarat kekayaan. Bahaya yang ditimbulkan kemiskinan pada umumnya berkaitan dengan keduniaan saja. Sedangkan bahaya yang diakibatkan kekayaan biasanya berkaitan dengan agama. Mudarat dalam agama jelas lebih bahaya daripada mudarat keduniaan.
Namun bukan berarti Islam melarang seseorang menjadi kaya. Yang dilarang adalah KECANDUAN TERHADAP KEKAYAAN seperti yang cirinya disebutkan di atas, sehingga orang tersebut secara sadar atau tidak sadar telah membinasakan dirinya sendiri. Wallahu'alam.

TIPS MELAWAN KONSUMERISME

 By. Satria hadi lubis

Seringkali ketika menyesal setelah membeli barang. Bukan karena barang itu jelek mutunya, tapi ternyata barang itu tidak begitu kita butuhkan, sehingga barang itu teronggok tak terpakai.
Untuk melawan karakter buruk konsumerisme pada diri kita sehingga kita susah berhemat, maka masukkan ke dalam daftar sukses harian kita :
"Aku sukses jika hari ini aku dapat mengendalikan keinginanku untuk tidak membeli sesuatu".
Membeli apa yang diinginkan (want) berarti membeli apa yang tidak dibutuhkan (need). Kebutuhan bersifat primer, tapi keinginan bersifat konsumtif. Misalnya, beli sepatu karena sepatu satu-satunya rusak adalah kebutuhan. Tapi membeli sepatu lagi padahal sepatu yang ada masih bagus maka itu sifat konsumtif (yang buruk).
Jika godaan membeli masih terus ada, ajukan pertanyaan berikutnya tiga kali dengan jeda waktu yang cukup untuk menganalisa,
"Seberapa penting aku membeli barang tersebut?"
"Adakah alternatif yang lain sehingga aku tidak harus membelinya?".
Betapa banyak orang yang susah menabung (untuk investasi) karena pemboros dan jiwa konsumerisnya meledak-ledak.
"Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudaranya setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya" (Qs. Al Isro' ayat 27).

Selasa, 03 Januari 2023

JANGAN MENGEJEK, TAPI NASEHATI

 Jangan mengejek, tapi nasehati. 


By. Satria Hadi Lubis


Mengejek tidak mengenal waktu

Nasehat mengenal waktu


Mengejek tidak memilih kata

Nasehat memilih kata


Mengejek dengan nada keras 

Nasehat dengan nada lembut


Mengejek di belakang orang ybs

Nasehat didepan orang ybs, berduaan


Mengejek tanpa diminta

Menasehati dengan diminta


Mengejek atas dasar benci

Nasehat atas dasar kasih