Selasa, 11 Juli 2023

KORBAN : MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH

By. Satria hadi lubis

KORBAN berasal dari bahasa Arab "qorroba-yuqarribu" yang artinya "mendekatkan". Hakikatnya kita mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Oleh sebab itu, barang siapa yang berkorban di hari raya Idul Adha tapi tidak semakin dekat (bertaqwa) kepada Allah setelah berkorban, maka ia tak paham makna berkorban. Walau ia tetap dapat pahala, namun korbannya hanya sebatas ibadah ritual belaka.
Sebab berkorban di hari raya Idul Adha merupakan simbol dari tekad seorang muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah sepanjang sisa hidupnya. Ia akan berupaya bersungguh-sungguh menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya (taqwa).
Lagi pula, bukankah hidup ini memang perjalanan seorang manusia menuju (mendekati) Tuhannya? Perjalanan seorang hamba menuju kematiannya yang diharapkan husnol khotimah dengan cara mendekatkan diri kepada Allah?
Lagi pula, bukankah berkorbannya seorang hamba dengan memberikan waktu, tenaga, pikiran, perasaan, bahkan nyawanya sekalipun untuk Allah adalah jalan kebahagiaan dalam hidupnya? Bukankah berkorban (memberi) lebih membahagiakan daripada menerima? Itulah sebabnya Allah (yang menciptakan hati manusia) menyuruh kita berkorban demi kebahagiaan manusia itu sendiri, sedang Allah tidak membutuhkan apapun dari alam semesta ini.
Lagi pula, sebenarnya kita tak pernah berkorban apa pun karena kita dan semua yang kita miliki adalah milik Allah, sehingga ketika kita berkorban (memberi) sebenarnya hanya mengembalikan segala sesuatunya kembali kepada Allah.
Lagi pula, "pengorbanan" berupa harta dan jiwa tersebut insya Allah akan diganti Allah dengan imbalan surga selama-lamanya. Sedang berkorbannya hanya sebentar, selama hidup di dunia saja.
Maka tak pernah rugi seorang muslim dengan berkorban untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
"Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri mau pun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al Qur'an" (Qs. 9 ayat 111).

SALAH MENGAJUKAN PERTANYAAN


By. Satria hadi lubis
KADANGKALA hubungan kita buruk dengan orang lain bukan disebabkan salah menjawab, tapi karena salah bertanya. Sebaliknya, pertanyaan yang tepat justru akan menambah kedekatan hubungan kita dengan orang lain.
Contohnya, ketika bertemu dengan teman lama, lalu kita bertanya, "Anak sudah berapa?", "Sudah nikah atau belum?", "Sekarang kerja apa?". Pertanyaan semacam itu bisa menyinggung perasaan dan merenggangkan hubungan. Sebab belum tentu teman kita punya anak walau sudah lama menikah. Teman kita belum tentu sudah menikah walau telah lama menjomblo dan ingin sekali menikah. Mungkin teman kita sekarang sedang menganggur, walau sudah berusaha cari kerja kemana-mana.
Dalam pernikahan juga begitu. Seringkali pertengkaran rumah tangga, bahkan perceraian, diawali oleh pertanyaan-pertanyaan yang menyinggung perasaan pasangan. Dan ironisnya, pertanyaan itu terus menerus diulang pada kesempatan yang berbeda seakan tak ada kapoknya.
Contohnya, ketika suami pulang lebih lambat dari biasanya, istri bertanya, " Dari mana kamu?". Atau ketika isteri meminta uang belanja, suami bertanya, "Uang belanja kemaren buat apa?". Pertanyaan semacam itu bisa menyinggung perasaan pasangan karena seakan ia tidak dipercaya. Apalagi jika diiringi dengan nada kesal atau bahasa tubuh yang curiga.
Benarlah Rasulullah saw yang mengatakan "Jika tidak bisa berbicara yang baik, lebih baik diam". Lebih baik diam sambil tetap tersenyum dan tak curiga jika pasangan melakukan sesuatu yang menurut kita kurang berkenan. Daripada asal ngablak ngomong atau bertanya yang membuat pasangan tersinggung.
Khusus untuk para istri harus lebih mampu mengerem pertanyaan-pertanyaan yang menyinggung perasaan suami. Sebab fitrahnya isteri itu lebih mudah curiga dan lebih cerewet bertanya daripada suami.
Pertanyaan istri yang salah dan berulang-ulang dilakukan akan menumpuk perasaan tersinggung suami sampai akhirnya ia melakukan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) dengan memukul isterinya. KDRT suami biasanya diawali oleh KDRT psikis oleh istri dengan cara menyinggung perasaan suami karena melempar pertanyaan yang salah berulang-ulang. Secara logika tidak mungkin suami tiba-tiba memukul istri jika tidak karena kekesalan yang menumpuk akibat istri selalu berbicara atau bertanya yang menyakitkan hati.
Begitu pun suami, jangan mudah tersinggung dengan pertanyaan atau omongan istri yang kadang kurang menghargai suami. Seharusnya suami harus yakin bahwa pertanyaan atau omongan istri yang menyakitkan itu datang dari niat baik istri untuk mempertahankan mahligai rumah tangga agar selamat sampai ke tujuan (akhirat).
Kesimpulannya, mari kita sebagai suami atau istri lebih pandai melemparkan pertanyaan kepada pasangan, sehingga pasangan tidak tersinggung dengan pertanyaan kita. Sebab ketersinggungan yang menumpuk akan mengakibatkan pasangan merasa tidak nyaman berdekatan dengan kita dan memicu pertengkaran yang sebenarnya tak perlu terjadi.

Lain kali jika suami atau isteri pulang lebih lambat dari biasanya, pasangan bukannya bertanya, "Darimana kamu?", tapi bertanya, "Sayang...kamu mau apa?"  

TAK SALING MENGGANTIKAN

 

By. Satria hadi lubis
Infaq tidak menggantikan zakat.
Puasa tidak menggantikan sholat.
Dhuha tidak menggantikan tahajud.
Kerja halal tidak menggantikan dakwah.
Membina keluarga tidak menggantikan membina orang lain.
Jihad melawan hawa nafsu tidak menggantikan jihad harta dan nyawa.
Berbuat baik tidak menggantikan ibadah mahdhoh (khusus).
Semua amal Islam berkedudukan sendiri-sendiri dan tidak saling menggantikan (tidak mensubstitusi).
Lakukan amal-amal Islam tanpa saling menggantikan....
semampumu!
Seperti surga seluas langit dan bumi yang kita inginkan, seperti itu pulalah amal luas yang perlu kita lakukan.
Tak cukup masuk surga hanya mengandalkan satu amal saja. Misalnya, mengandalkan sholat fardhu saja.
Dan dari amal-amal yang luas itulah ada jalan-jalan takwa bagi-Mu.
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan-jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung" (Qs. 5 ayat 35).

BERGERAKLAH WALAU TAK PASTI

 

By. Satria hadi lubis
Setiap hari kita menghadapi ketidakpastian
Ketidakpastian akan rezeki, keselamatan, keamanan, bahkan kematian
Tak ada guna menunggu pasti untuk bergerak
Bergeraklah walau tak pasti
Walau peluangnya hanya 70 : 30, bahkan 50 : 50
Terjang hambatan keraguan!
Jangan menunggu kepastian!
Ada yang menunggu pasti untung untuk mulai berbisnis
Ada yang menunggu pasti mapan untuk menikah
Ada yang menunggu pasti penghasilannya untuk berdakwah
Padahal di dunia ini yang pasti hanya ketidakpastian
Maka bergeraklah walau tak pasti
Sesudah itu tawakkal
Jangan ragu untuk bergerak sekarang juga!
Karena ragu adalah musuh keberhasilan
Karena semakin menunda semakin halu ketakutannya
"Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui" (Qs. 9 ayat 41).

SENYUM IBU


Tertulis di sebuah tembok : "Selama masih melihat senyum ibu...dunia baik-baik saja."
Sebuah kalimat sederhana, tapi memberi rasa optimisme akan dunia (baca : kondisi kita) yang baik-baik saja.
Memang...
ketika ibu masih ada, kita merasa ada tempat untuk melepas lelah dari penatnya pernik dunia.
Ada tempat untuk merasa berarti mengapa kita perlu berbuat.
Namun di sisi lain...
ketika ibu masih ada sering kehadirannya kita abaikan...
karena kita menganggap dunia berjalan seperti biasa dan baik-baik saja selama ibu masih ada.
Baru ketika ibu tiada...
ternyata dunia tidak baik-baik saja
Karena ada yang hampa di hati ini.
Ada rindu yang tak terbalas.
Ada sesal di rasa ini.
Rasa sesal dan rindu yang hanya bisa dilampiaskan dengan doa dan amal sholih, dengan harapan mampu membuat ibu kita tersenyum di sana, di alam kuburnya.
Maka bagi kamu yang ibunya masih ada....
buatlah ia tersenyum
Sebelum sesal tiba....
karena membuat ibumu sedih dan terluka akibat ulahmu.
By. Satria hadi lubis

IBADAH FAVORIT


By. Satria hadi lubis
Idealnya, setiap muslim bisa melakukan semua rangkaian ibadah dari pagi sampai malam hari. Dari tahajjud, sholat subuh di mesjid, sholat syuruq, sunnah Rawatib, zikir, doa, tilawah al Quran, sholat dhuha, sholat fardhu di mesjid, zakat dan infaq, zikir pagi dan petang (Al ma'tsurot), shaum, sholat Tarawih, menjaga wudhu, dan lain-lain.
Namun realitanya tidak semua muslim sanggup melakukan semuanya dengan berbagai alasan. Mulai dari kesibukan kerja sampai kurangnya kemauan untuk meningkatkan amal ibadah.
Padahal posisi ibadah, terutama yang sifatnya nafilah (tambahan), sudah jelas, yakni mengangkat derajat mereka yang melakukannya ke tempat yang terpuji.
"Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji" (Surat Al-Isra', Ayat 79).
Serangkaian ibadah tersebut sebenarnya juga dalam rangka untuk memenuhi keinginan dan potensi setiap muslim yang berbeda-beda. Ada yang
hebat
di Shaum Sunnah, tapi lemah di tilawah. Ada yang rajin tilawah, tapi lemah di Shaum Sunnah. Ada yang hobinya berinfaq, tapi lemah di sholat dhuha. Ada yang
hebat
di sholat dhuha, tapi lemah di tahajjud, dan lain-lain.
Para sahabat ra juga dikenal dengan keistimewaan ibadahnya yang berbeda-beda. Bilal ra dengan azan dan sholat wudhu, Abdullah bin Mas'ud ra dengan tilawahnya, Zainab binti Zahsy ra dengan infaqnya, Umar bin Khatab ra dengan tahajudnya, dan masih banyak lagi.
Oleh karena itu, mari kita buat target untuk memperbaiki ibadah nafilah kita. Kalau tidak bisa semuanya, pilih mana yang kita favoritkan untuk dibenahi lebih dulu. Apakah tahajjud, dhuha, tilawah atau yang lainnya, misalnya.
Jangan sampai setelah bertahun-tahun ibadah kita sendiri TIDAK TAHU mana ibadah favorit kita. Karena semua nilai ibadah kita minus, baik kualitasnya (kekhusyukan dan pengaruhnya dari mencegah perbuatan mungkar) maupun kuantitasnya (karena sedikit dan tidak rutin).
Lalu jika begitu kondisinya, maka kita mau masuk surga dari pintu YANG MANA?
Sebab setiap muslim nanti akan dipanggil melalui pintu yang merupakan ibadah (amal) favoritnya. Dalam berbagai hadits disebutkan ada delapan pintu surga, yakni (1) Pintu Shalat, (2) Pintu Sedekah, (3) Pintu Jihad, (4) Pintu Ar-Rayyan, (5) Pintu Haji, (6) Pintu Al-Ayman, (7) Pintu Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina ‘an An-Naas. Pintu sisanya adalah Pintu Dzikir, Pintu Ridha, atau Pintu Ilmu.
Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, ‘Hai hamba Allah, inilah kebaikan.’ Maka orang yang termasuk golongan ahli shalat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah” (HR. Bukhari-Muslim).
Semoga kita bisa memiliki ibadah favorit, yakni ibadah yang mengungguli ibadah-ibadah lainnya, sambil terus berusaha membenahi ibadah lainnya. Lalu kita bisa memasuki surga melalui pintu sesuai dengan ibadah favorit kita. Aamiin yaa robbal aalamiin.

SENDIRI DAN SEPI

 

By. Satria hadi lubis
Ada seekor kucing betina yang suka mampir di pekarangan rumah saya. Biasanya kalau dia mampir, tak lama kemudian akan ada empat sampai lima ekor kucing jantan yang mengelilinginya. Seakan bersaing mencari perhatian. Bisa dikatakan si kucing betina ini seperti primadona di antara kucing betina di lingkungan perumahan saya.
Namun akhir-akhir ini, saya tidak lagi melihat si kucing betina itu dikelilingi para pejantan. Awalnya tidak begitu saya perhatikan, tapi lama-lama saya heran juga. Kemudian saya perhatikan si kucing betina itu ketika berjalan, ternyata sekarang kakinya belakangnya sudah pincang. Entah....dimana ia mengalami kecelakaan, sehingga kakinya sekarang cacat. Sedih juga saya melihatnya.
Mungkin di dunia perkucingan berlaku juga pepatah "habis manis sepah dibuang", kucing betina itu tidak lagi manis, tidak lagi disayang. Sekarang sang kucing betina itu lebih sering sendirian. Ia tak lagi menjadi primodana kucing. Mungkin ia akan menghabiskan sisa-sisa usianya dalam kesepian.
Begitulah pahitnya di dunia binatang. Ada masa-masa dimana mereka mengalami kondisi sendiri dan sepi.
Begitu pun di dunia manusia, ada masanya kita merasa sepi dan sendirian.
Mungkin itu saat kita awet menjomblo gak nikah-nikah. Dimana umur terus bertambah dan jodoh semakin menjauh.
Mungkin itu saat kita bekerja dan jauh dari istri dan anak, ditambah lingkungan kerja yang tak nyaman.
Mungkin itu ketika anak-anak sudah besar. Rumah yang tadinya ramai menjadi sepi dengan percakapan dan interaksi.
Mungkin itu ketika istri atau suami kita sudah lebih dulu meninggalkan kita. Bertahun, bahkan puluhan tahun sendirian di pinggir usia.
Mungkin itu ketika....ahh banyak sebenarnya momen-momen yang bisa membuat kita merasa sendiri dan sepi. Waktunya bisa singkat, bisa juga sampai puluhan tahun.
Bahkan ada orang yang merasa sendiri dan sepi walau di tempat ramai. Para pelaku bunuh diri, contohnya. Walau dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi mereka, tapi rasa sepi itu tak mau pergi, sehingga mereka tak tahan lagi dan menyelesaikannya dengan bunuh diri. Hal inilah yang mungkin terjadi pada diri Marilyn Monroe, artis terkenal dunia tahun 60-an yang mati bunuh diri. Atau sang vokalis Linkin Park, Chester Bennington, yang suaranya langka, melengking gahar seakan memprotes kesepian hidupnya.
Sudah banyak advis atau nasehat yang diberikan para pakar kesehatan jiwa agar kita tak merasa kesepian dan sendiri. Mulai dari menyibukkan diri sampai mencoba mencari teman bergaul. Namun itu semua tak cukup.
Mungkin kita lupa bahwa momen sepi dan sendiri itu adalah takdir (ketetapan) Allah, yang pasti terjadi pada setiap manusia. Itu adalah cara Allah agar manusia merasa sendiri lalu berpaling kepada-Nya. Cara Allah untuk menyapa hamba-Nya yang dicintai-Nya. Yang selama ini sibuk dengan urusan dunia dan melupakan-Nya. Itulah cara Allah untuk mengajak kita berdialog dan bermesraan dengan-Nya. Cara Allah untuk mengajak kita kepada kebahagiaan abadi.
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram" (Qs. Ar-Ra'd, Ayat 28).
Rumus itulah yang didapatkan oleh Nabi Muhammad saw ketika beliau merasa sepi dan sendirian. Lalu beliau uzlah (mengasingkan diri) ke gua Hiro dan akhirnya mendapat wahyu bagaimana cara hidup bahagia tanpa pernah merasa kesepian, yakni dengan mengingat dan bersama Allah dalam setiap detik kehidupan. Dan ini juga yang harus kita lakukan jika kita tak mau merasa sepi dan sendirian.
Ketahuilah....jiwa dan hati ini ciptaan Allah, build up buatan Allah, sehingga hanya Allah yang tahu cara membahagiakan hati. Tapi manusia ada yang bandel, sok tahu, mereka berupaya menyelesaikan permasalahan hatinya tanpa petunjuk Allah. Dampaknya, malah makin merana dan kesepian.
Sang kucing betina itu bingung mengapa ia sekarang sendirian...
Tapi manusia seyogyanya tidak bingung ketika ia merasa sepi dan sendirian.
Karena ada Allah yang selalu menunggunya dan menyapanya dalam cinta sejati.