Kamis, 09 April 2015

Konsultasi : Dilema antara Dakwah dan Kerja



Assalamu 'alaikum Wr. Wb
Ust. Satria, bagaimana mensikronisasikan antara dakwah dan kerja, mengingat dakwah membutuhkan totalitas tenaga dan waktu dan memang harus menjadi poros kehidupan sehingga keberadaan kerja harus diusahakan seiring dengan dakwah, tetapi tatkala kita kerja di sebuah instansi pemerintahan/perusahaan kita terikat dengan aturan waktu dan sebagainya. Saya sering terbentur waktu tatkala ada kegiatan dakwah tetapi disaat yang bersamaan ada tugas kantor. saya pun kadang berpikir idealis untuk keluar saja berusaha kerja mandiri, tapi ternyata tekat saja belum cukup dan bukan berarti tidak percaya rizki Allah SWT. Sehingga dengan kondisi ini terus terang saya senantiasa resah dan berkegiatan tidak enjoy, dakwah kurang enjoy dan kerjapun demikian. mohon bantuan solusi dan motivasinya. sukron katsir!!!
Salim
Jawab : Ananda Salim yang dikasihi Allah SWT, sebenarnya antara bekerja dengan berda’wah tidak perlu dibenturkan karena keduanya bisa dilakukan secara sinergi. Da’wah adalah mengajak orang lain kembali kepada fitrahnya (Allah SWT). Melihat pengertiannya, sebenarnya lahan da’wah amat luas. Tidak hanya berupa ceramah atau pengajian saja, tapi juga semua kegiatan yang mengajak orang lain untuk kembali kepada Tuhannya. Termasuk dalam hal ini adalah ketika Anda mendekati teman sekantor dan mengajaknya untuk ber-Islam dengan benar. Atau bisa juga berupa bekerja dengan disiplin dan profesional, sehingga Anda bisa menjadi teladan bagi pegawai lainnya.
Ketahuilah Ananda Salim, sebagai seorang muslim kita harus mempunyai tiga misi dalam bekerja. Misi pertama yakni nasrud da’wah (menyebarluaskan da’wah) di kantor. Misi kedua adalah tanmiyatul kafa’ah (mengembangkan potensi/kemampuan) dan misi ketiga adalah kasbul maisyah (mendapatkan penghasilan/gaji yang cukup). Jadi jangan jadikan kantor hanya sebagai tempat untuk mendapatkan penghasilan/gaji saja. Jadikan kantor sebagai lahan da’wah kita juga, bahkan kalau bisa lahan da’wah yang subur. Caranya dengan mengintensifkan da’wah di kantor. Jangan malu dan sungkan berda’wah di kantor. Percaya diri dan berani untuk berda’wah di kantor. Jika pun ada tantangan dan ancaman dari aktivitas da’wah kita di kantor hal itu biasa terjadi dan merupakan sunnatullah (ketetapan Allah) atas para aktivis da’wah. Bahkan Rasulullah saw saja yang da’wahnya begitu sempurna masih menghadapi hambatan dalam berda’wah. Apalagi kita yang masih belajar berda’wah tentu akan menghadapi hambatan juga dalam ber’dawah. Saya yakin jika kita sudah berda’wah di kantor maka tidak akan ada lagi dikotomi antara kapan waktu ber’dawah dan kapan waktu bekerja. Tidak akan ada lagi rasa bersalah karena kita merasa tidak total dalam ber’dawah. 
Namun kalau yang Anda maksud berda’wah adalah punya waktu untuk ceramah atau mengaji (tarbiyah), maka memang kita harus menyediakan waktu khusus untuk itu. Dan hal tersebut  bisa dilakukan di luar jam kerja atau di waktu istirahat/cuti kerja.
Semoga bermanfaat.

GENERASI IDAMAN YANG DIRINDU


 

By : satria hadi lubis

Kalau kita bicara tentang generasi idaman maka kita harus mengacu pada sebuah hadits : "Sebaik-baiknya generasi adalah generasiku, kemudian generasi setelahnya, kemudian generasi setelahnya" (HR Bukhari). Para ulama mengartikan tiga generasi tersebut sebagai generasi sahabat ra, lalu tabi'in (murid para sahabat) dan lalu tabiit tabi'in (murid dari muridnya sahabat). Inilah tiga generasi idaman dalam Islam. Tentu yang terbaik di antara tiga generasi tersebut adalah generasi para sahabat Rasulullah saw.
Ciri-ciri tiga generasi idaman tersebut disebutkan Allah SWT dalam surah Al Maidah ayat 54-55 : “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).” Jadi berdasarkan dua ayat tersebut ciri-ciri generasi idaman adalah: 1. Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah, 2. Lemah lembut terhadap sesama muslim dan bersikap tegas kepada orang kafir, 3. Berjihad di jalan Allah, 4. Tidak takut kepada celaan dari orang-orang yang suka mencela, 5. Mengambil wali (pelindung) hanya Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan ruku (taat kepada Allah).
Pembentukan generasi idaman ini hanya bisa dilakukan melalui tarbiyah madal hayah (seumur hidup) yang menjadi tugas kaum muslimin sepanjang jaman. Tidak peduli dalam keadaan damai atau perang, dalam keadaan jaya atau terpuruk. Bahkan dalam kondisi kaum muslimin itu minoritas atau mayoritas.
Namun di zaman sekarang ini pembentukan generasi idaman menjadi lebih sulit akibat umat Islam sudah terkena penyakit hubud dunya (cinta kepada dunia) dan juga akibat ghozwul fikri (perang pemikiran) yang dilakukan musuh-musuh Islam. Dalam surah Al Fushilat ayat 26, Allah berfirman tentang strategi ghozwul fikri yang dilakukan musuh-musuh Islam. “Dan orang-orang yang kafir berkata: "Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka". Strategi utama musuh-musuh Islam adalah membuat hiruk pikuk di sekitar al Qur'an sehingga al Qur'an tidak lagi dipelajari kaum muslimin, terutama generasi mudanya. Kaum muslimin menjadi asyik dengan berbagai kegiatan hiruk pikuk yang menurut mereka penting dan asyik, padahal kegiatan tersebut membuat mereka jauh dari tugas mereka sebagai manusia, yakni mempelajari al Qur’an dan mengamalkannya.  
Sejauh ini strategi musuh-musuh Islam ini cukup berhasil dengan lahirnya generasi yang tidak idaman dengan ciri-ciri sebagai berikut : 
1. Bangga dengan mempelajari bahasa lain daripada mempelajari bahasa arab (Al Quran), sehingga tidak paham terhadap al Qur'an, 2. Menganggap ringan kemaksiatan. Padahal semakin banyak maksiat, semakin sulit seseorang memahami al Qur’an, 3. Menikmati berbagai permainan yang menggoda, sehingga tidak punya waktu mengkaji al Quran. Misalnya, berbagai jenis games, buku-buku komik, media sosial dan internet, kafe atau tempat kongkow, dan lain-lain, 4. Hidup dan terlena dengan budaya hedonisme dan induvialisme yang merusak pola pikir kaum muslimin.
Alhasil, muncullah paradigma yang terbolak-balik saat ini :
Yang Nyunnah - Radikal
Yang nyeleneh - Toleran
Yang jilbab syar'i - Ekstrem
Yang ga pake jilbab - cantik
Yang muda sholat 5 waktu -Waspadai
Yang muda ga sholat - masih muda
Yang jenggotan rajin ke masjid -Teroris
Yang jenggotan rajin dugem - keren
Yang ke majelis ta'lim pekanan -fanatik
Yang ke bioskop rutin - gaul
Yang hapal qur'an 30 juz - militan
Yang hapal jenis batu akik - hebat
Yang anaknya di jilbabin -keterlaluan HAM
Yang anaknya pake rok mini -imutnya
Yang pakai baju koko - sok alim
Yang ga pake baju - jantan
Yang hariannya bicara islam – sok kiai
Yang hariannya ghibah - up to date
Media islam - radikal
Media porno - lumrah
Benarlah sabda Nabi Muhammad saw bahwa suatu ketika Islam akan kembali asing.  “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR.Muslim no 208).
Solusi untuk memunculkan kembali generasi idaman Islam adalah percaya diri untuk berdakwah terus menerus. Kaum muslimin harus lebih berani dan tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Dakwah khosoh (khusus) berupa tarbiyah atau ta'lim rutin harus ditumbuhkan dimana-mana. Sebab ia merupakan inti dari kekuatan Islam dari jaman ke jaman. Setiap muslim yang sadar harus turun ke lapangan menyelamatkan umat dari keterpurukannya. Setiap muslim yang sadar harus mau jadi murobbi atau apa pun namanya. Yang penting ia mau dan bersemangat menjadi mentor dari sekelompok orang untuk bersama-sama menumbuhkan kesadaran dan melakukan aktifitas bersama demi munculnya generasi idaman yang dirindukan Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman, sebagaimana firman Allah : “ Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya” (QS. Al kahfi ayat 28).

Kita berkejaran dengan waktu untuk menyelamatkan umat. Kita berkejaran dengan umur kita yang singkat ini untuk menyelamatkan umat. Setiap kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah swt terhadap peran ini. Barangsiapa yang pulang tanpa ada gelar da’i yang mengajak orang lain kembali kepada generasi idaman,  maka ia akan pulang dalam keadaan bangkrut. Kelak ia akan  malu kepada Allah dan Rasul-Nya karena gagal memperjuangkan kebenaran ilahiah!

Berdakwah di media sosial dan forum tabligh itu penting, tapi tidak signifikan untuk merubah umat. Jika kita lihat sejarah mengapa tampil pemimpin besar semacam Umar bin Khatab, Hasan Bashri, Thoriq bin Ziyad, Musa bin Nashir, Muh. Al Fatih, Shalahuddin al Ayyubi, Ibnu Tarbiyah, empat imam mazhab, dan sederet pahlawan besar lainnya,  maka kita melihat ada satu kesamaan di antara mereka, yakni dibentuk melalui tarbiyah (pengajian rutin) yang panjang. Pengajian rutin dengan sistem talaqi (bertemu langsung dengan guru) tak tergantikan oleh sistem apa pun. Inilah yang diyakini para mufakir dakwah, termasuk Musthafa Masyhur rahimakumullah  sampai ia berkata: “Walau sudah berdiri daulah Islamiyah, tarbiyah tetap harus ada. Karena tarbiyah tak tergantikan!”
Semoga kita semua merindukan lahirnya kembali generasi idaman Islam dengan cara bekerja keras berdakwah dan mengajak sebanyak-banyaknya manusia untuk mengaji secara rutin (tarbiyah). Sebab segala kejayaan berawal dari tarbiyah dan berakhir pada pengamalannya secara konsisten. Wallahu’alam.

Minggu, 05 April 2015

Konsultasi : Sering Browsing Konten Porno



Assalammu'alaikum Ustadz SHL
Saya ini seorang mahasiswa, permasalahan yang ada dalam diri saya yakni saya agak susah mengendalikan hawa nafsu. Padahal terkadang perbuatan saya itu tidak sesuai keinginan di hati, tetapi tetap saja masih dilakukan.
Contohnya begini Ustadz, ketika browsing-browsing di internet, dan tanpa sengaja bertemu dengan situs yang gak bener (porno), terkadang aktivitas browsing saya jadi fokusnya ke sana, padahal diri pribadi sudah tahu bahwa melakukan perbuatan yang semacam itu tidak ada manfaat bahkan bisa merugikan kita sendiri. Ini sangat menjadi konflik batin yang sangat mendalam bagi saya ustadz, karena mungkin di kelas saya ini dikenal sebagai apa ya? Mungkin kawan-kawan memandang saya itu orang yang taat beribadah. Saya sangat takut menjadi orang MUNAFIQ, dan yang paling saya takuti akan terjadi kasus seperti yang menimpa salah satu sahabat saya, sahabat saya itu di sekolah sangat terkenal ketaatannya beribadah, dan aktivitas kerohanian yang lainnya, tetapi terdengar kabar ternyata beliau itu telah mengalamai MBA (married by accident). Sungguh saya sangat berlindung dan memohon kepada Allah agar kiranya tidak terjadi hal semacam itu ustadz.
Terkadang sempat terbesit di pikiran saya, bahwa ternyata diri saya ini sangatlah busuk mungkin ustadz dibandingkan kawan-kawan yang lain, yang notabenenya mereka pacaran, mereka perokok, sedangkan saya pacaran nggak, merokok apa lagi, tetapi ternyata kelakuan saya mungkin lebih parah dari kawan-kawan tadi.
Minta tolong masukannya ustadz bagaimana mengendalikan hawa nafsu syetan ini?
Syukron atas jawabannya, dan saya sangat memohon do'a dari ustadz dan ikwahfillah yang lain agar kiranya saya tidak menjadi orang yang munafik dan bisa meninggalkan kebiasaan buruk diri saya ini
Nn

Jawab : 
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Akhifillah yang dirahmati Allah SWT, hidup ini adalah perjuangan melawan hawa nafsu (syetan). Kadangkala kita menang dan kadangkala kita kalah melawan hawa nafsu syetan kita. Imam Ghazali menyebut ada tiga bentuk perlawanan manusia terhadap hawa nafsu. Yang pertama, nafsu muthmainnah (nafsu yang tenang), yakni ketika iman menang melawan hawa nafsu, sehingga perbuatan manusia tersebut lebih banyak yang baik daripada yang buruk. Yang kedua, nafsu lawwamah (nafsu yang gelisah dan menyesali dirinya sendiri), yakni ketika iman kadangkala menang dan kadangkala kalah melawan hawa nafsu, sehingga manusia tersebut perbuatan baiknya relatif seimbang dengan perbuatan buruknya. Yang ketiga adalah nafsu la’ammaratu bissu’ (nafsu yang mengajak kepada keburukan), yakni ketika iman kalah dibandingkan dengan hawa nafsu, sehingga manusia tersebut lebih banyak berbuat yang buruk daripada yang baik.
Coba Anda renungkan, termasuk manakah Anda? Kalau saya bersangka baik kepada Anda, maka saya menilai Anda masih termasuk kelompok yang pertama, yaitu nafsu muthmainnah. Memang salah satu ciri orang yang ternasuk nafsu muthmainnah adalah segera sadar dan gelisah terhadap perbuatannya yang buruk. Walaupun ia melakukan perbuatan buruk yang kecil, tetapi sudah dianggapnya besar, sehingga ia selalu hati-hati dalam melangkah. Menurut saya, Anda perlu bersyukur kepada Allah SWT karena Anda memiliki ‘sensifitas yang tinggi’ terhadap perbuatan dosa. Dan ini adalah ciri orang-orang yang bertaqwa.
Jadi saran saya, sebaiknya segera tinggalkan perbutan untuk mem-browsing situs-situs porno karena lama kelamaan nanti menjadi kebiasaan. Dan kalau sudah jadi kebiasaan akan meningkat menjadi keinginan untuk melakukakannya secara nyata (berzina) seperti yang terjadi pada teman Anda yang ‘sholih’ tapi ternyata MBA (Married By Accident). Segeralah bertaubat kepada Allah dengan cara menjauhi perbuatan-perbuatan yang buruk. Lalu jika Anda mengulangi perbuatan yang buruk tersebut, segera bertaubat lagi. Begitu seterusnya. Jangan pernah bosan untuk minta ampun dan bertaubat kepada Allah SWT. Jangan memakai slogan “terlanjur basah mendingan mandi aja sekalian”. Kalimat  tersebut adalah salah dan datang dari orang-orang yang berputus asa terhadap rahmat Allah. Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa Allah SWT lebih suka kepada orang yang berulang-ulang bertaubat  karena melakukan kesalahan berkali-kali daripada orang yang alim tapi tidak pernah bertaubat karena yakin dirinya sudah baik (sombong).
Sedangkan untuk mengendalikan hawa nafsu, sebaiknya Anda melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
1.     Banyak melakukan ibadah, terutama ibadah-ibadah sunnah (sholat dhuha, tahajud, baca Al Qur’an, dll). Sebab makanan hati yang bersih adalah ibadah.
2.     Minta kepada Allah dengan sungguh-sungguh (berdoa) agar keinginan Anda semakin kuat untuk meninggalkan hal-hal yang buruk, termasuk keinginan untuk membuka situs-sitis porno.
3.     Khusus untuk situs porno, sebaiknya Anda jangan browsing internet di tempat sepi. Cari tempat yang ramai atau pindahkan komputer ke tempat yang ramai. Jika ke warnet, cari warnet yang terbuka sehingga Anda malu untuk membuka situs porno. 
Saya doakan semoga Anda menjadi orang yang lebih sholih dan mampu meninggalkan kebiasaan yang buruk. Amiin ya Robbal Alamin.

Konsultasi : Salahkah Mencintai Lagi?

Assalamualaikum. Wr Wb
Ustaz SHL, salahkah kiranya saya mencintai seseorang wanita lagi, padahal saya sudah beristri dan mempunyai seorang anak..!
Awalnya saya sangat mencintai wanita tersebut sama kiranya saya mencintai isteri dan anak saya begitu juga dengan dia mencintai saya tapi dalam tanda kutip, dia tahu bahwa saya sudah beristri dan punya satu anak, sampai akhirnya kami putuskan untuk berteman tapi teman yang sangat special, saya nggak bisa bohong dengan hati nurani saya, semakin lama semakin har isaya menjalankan ini semua di semakin besar rasa cinta saya dengan wanita tersebut..
Bagaimana ustaz cara saya untuk melupakan dan membuang jauh-jauh rasa cinta saya terhadap wanita tersebut..?
El nino

Jawab : 
Wa’alaikum salam wr. Wb.
Saudaraku yang dikasihi Allah SWT, tindakan yang Anda lakukan dengan mencintai wanita lain dan memacarinya (istilah Anda menjadi teman spesial) padahal Anda sudah mempunyai isteri adalah tindakan yang keliru, dilihat dari sisi mana pun. Dari sisi agama, jelas hal itu termasuk penghianatan terhadap janji pernikahan yang menuntut kesetiaan pasangan suami isteri. Dilihat dari sisi psikologis, hal itu jelas akan menyakitkan isteri Anda jika kelak ia mengetahuinya. Dari sisi etika, hal tersebut menyimpang dari moral yang ada di lingkungan masyarakat kita (walau akhir-akhir di lingkungan tertentu semakin banyak saja orang yang “bermain hati” dengan lawan jenis yang bukan haknya).
Solusi idealnya agar tidak jatuh cinta dengan lawan jenis adalah membatasi pergaulan dengan mereka. Tidak terlalu akrab dan jangan berbicara yang terlalu pribadi. Jika ada wanita yang ingin curhat, batasi curhat mereka agar jangan sampai mengajak untuk terlibat secara pribadi dalam mengatasi masalahnya.
Terkait dengan masalah saudara El Nino yang sudah terlanjur cinta pada wanita yang bukan haknya, maka cara mengatasinya bisa dikatakan mudah, tapi bisa dikatakan sulit.
Bisa dikatakan sulit karena hal ini adalah masalah hati yang kadangkala tidak bisa dipecahkan dengan solusi yang rasional dan obyektif. Harus ada keberanian untuk mengenyahkan perasaan cinta itu. Hal ini menyakitkan, tapi harus dilakukan kalau tidak ingin lebih sakit hati lagi di kemudian hari. Ibarat menyembuhkan penyakit serigkali kita butuh obat yang pahit untuk menyembuhkan penyakit tersebut kalau ingin sembuh.
Bisa dikatakan mudah jika kita mau lebih rasional mengatasinya, yakni misalnya dengan cara :
-       Menyadari betapa besarnya dosa selingkuh. Dalam Islam bahkan mereka yang berselingkuh sampai berzina hukumannya dicambuk (bagi yang belummenikah) dan dirajam (bagi yang sudah menikah). Hukuman dunia yang berat tersebut menunjukkan betapa besarnya dosa selingkuh, termasuk dosa yang ‘nyerempet-nyerempet’ ke arah selingkuh.
-       Merasakan betapa besar sakit hati isteri jika ia tahu Anda “bermain hati”. Coba bayangkan jika Anda yang diperlakukan sebaliknya oleh isteri Anda bagaimana perasaan Anda. Tentu Anda akan merasa sakit hati, benci dan marah kepada isteri Anda. Begitu pula perasaan isteri Anda terhadap Anda jika ia mengetahuinya.
-       Lupakan wanita tersebut dengan cara membatasi pertemuan dengan dia. Tidak lagi jalan bareng. Tidak berdua-duaan dengan dia di tempat sepi. Bahkan kalau perlu pindah rumah/kerja jika ia ada di lingkungan sekitar Anda.
-       Untuk mempercepat  melupakannya, selalu ingat-ingat kejelekannya, baik pada bagian fisik tertentu maupun pada sifat-sifatnya.
Dan masih banyak cara lainnya untuk melupakan cinta Anda kepada dia. Yang penting sikap Anda harus konsisten, jangan plin plan ketika berusaha menjauhinya.
Saya yakin dengan keteguhan hati dan meminta bantuan kepada Allah SWT untuk membalikkan hati Anda, insya Allah Anda akan berhasil untuk melupakannya. Lakukan dengan segera dan jangan ditunda-tunda melakukannya! Saya doakan semoga Anda berhasil kembali ke jalan yang lurus...amiin yan robbal alamiin.

Jumat, 03 April 2015

Launching Blogspot Satria Hadi Lubis

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Sehubungan dengan banyaknya permintaan agar saya membuat blog yang terkait dengan ide dan tulisan-tulisan saya maka dengan ini diluncurkan blog saya : Satria Hadi Lubis dengan alamat satriahdilubis.blogspot.com

Semoga blog ini dapat bermanfaat bagi kita semua...aamiiin

(Satria Hadi Lubis)