Selasa, 21 November 2023

DICINTAI RAKYAT PALESTINA

 

SEMENJAK H4m45 menyerang I5r43l tanggal 7 Oktober 2023 yang lalu, yang kemudian dibalas I5r43l dengan menghujani "penjara" G4z4 memakai ribuan bom dari udara, TAK SATU PUN kita jumpai rakyat Palestina yang tinggal di G4z4 mengecam H4m45.
Padahal sudah ribuan penduduk sipil G4z4, termasuk anak-anak dan wanita yang syahid di jalan Allah. Tak ada video atau caption yang beredar di seluruh dunia, penduduk sipil G4z4 mengatakan seperti : "Ini semua gara-gara H4m4s, sehingga rumah kami hancur, listrik dan air diblokade, ibu dan ayah kami mati, dan anak-anak kami meninggal dalam kondisi menyedihkan." Tak ada satu pun komentar-komentar semacam itu.
Bahkan yang ada adalah mereka kompak menyalahkan kebiadaban I5r43l dan diamnya para pemimpin Arab yang tak mau membantu perjuangan H4m4s.
Justru yang menyalahkan H4m45 adalah orang-orang di luar G4z4. Sebagian mereka adalah antek-antek Yahudi atau kaum Islamophobia, sampai menuduh H4m45 sebagai gerakan teroris dan menjadi penyebab aksi genosida yang terjadi saat ini di G4z4.
Orang-orang ini sengaja mendungukan dirinya, walau tahu bahwa apa yang dilakukan H4m45 dengan menyerang I5r43l tanggal 7 Oktober lalu itu adalah bagian dari strategi perang. Semenjak 1948 sampai sekarang, status hubungan Palestina dan I5ra3l memang dalam kondisi berperang. Wajar saja dalam peperangan, kedua pihak saling menyerang dan bertahan.
Hanya bedanya ketika I5r43l menyerang, mengusir, membunuh, dan merebut tanah Palestina selama puluhan tahun, sehingga tanah Palestina yang tersisa semakin menyempit, maka media internasional yang sebagian besar milik antek zionisme Yahudi tidak banyak mengeksposnya.
Lalu, mengapa rakyat G4z4 tidak menyalahkan H4m45 walau mereka juga menjadi korban perang? Hal ini karena rakyat G4z4 sadar sesadar-sadarnya, dengan iman dan logika mereka, bahwa H4m45 adalah bagian dari mereka. Bapak, ibu, saudara, dan anak-anak dewasa mereka adalah anggota dan simpatisan H4m45. Mereka yakin bahwa H4m4s memang sedang memperjuangkan hak-hak mereka yang selama ini dirampas dan ditindas oleh I5r43l. H4m45 adalah "anak kandung" bangsa Palestina.
Selain itu, H4m45 terbukti selama puluhan tahun selalu paling depan membantu rakyat miskin di G4z4 dengan berbagai program kemanusiaannya.
Itulah yang menjelaskan mengapa rakyat Palestina, terutama yang tinggal di G4z4, begitu mencintai H4m45. Tak ada satu pun yang menyalahkan H4m45, walau mereka banyak juga yang menjadi korban serangan brutal tentara I5r43l.
Dari sini kita paham ketika saat ini viral ungkapan rakyat Palestina yang dengan lantang mengatakan, "Selagi Abu Ubaidah (juru bicara dan pemimpin H4m45) baik-baik saja, maka kami semua pun juga baik-baik saja."
By. Satria hadi lubis

5 HAL YANG DILAKUKAN UNTUK MEMBELA PALESTINA

By. Satria hadi lubis

ADA 5 (lima) hal yang bisa dilakukan oleh kita yang peduli terhadap kemanusiaan untuk membela rakyat Palestina saat ini :
1. Mendoakan mereka.
"Doa adalah senjatanya orang beriman," sehingga senjata ini yang perlu diperbanyak dan ditambah kekhusyuk-annya agar dikabulkan Allah 'Ajja wa jalla. Doakan mereka yang syahid, yang terluka dan kehilangan sanak keluarga serta harta bendanya, terutama mendoakan agar Palestina segera merdeka dan Zionis Israel hancur.
2. Memberikan infaq terbaik.
Berikan infaq terbaik untuk mereka, walau kita sendiri mungkin juga sedang kesusahan. Ketahuilah...susah kita tak sebanding dengan susahnya mereka, saudara-saudara kita di Palestina, terutama yang tinggal di jalur Gaza. Bukan berarti kita melupakan infaq kepada saudara-saudara kita yang susah di Indonesia. Semuanya sama-sama penting, dekat atau jauh tetaplah saudara kita dalam iman dan kemanusiaan.
3. Menyebarkan opini membela Palestina.
Hal ini perlu dilakukan secara serius dan tekun di dunia maya dan nyata. Apalagi di dunia maya banyak sekali saat ini opini sesat tentang perjuangan rakyat Palestina. Dari orang-orang dungu yang membela Israel dengan mengatakan Palestina tanah yang dijanjikan Tuhan untuk orang Yahudi sampai tuduhan keji bahwa Hamas adalah gerakan teroris, seperti yang di-framing oleh Israel, Amerika dan para anteknya. Kita perlu melakukan kontra opini tentang tuduhan sesat tersebut, sehingga tidak semakin banyak masyarakat, terutama anak-anak muda, yang keliru memahami perjuangan rakyat Palestina.
4. Mengikuti secara aktif aksi-aksi damai atau unjuk rasa membela Palestina.
Alhamdulillah...aksi damai membela Palestina telah berlangsung di banyak negara, termasuk di Eropa dan Amerika. Aksi Damai yang dipimpin MUI (Majelis Ulama Indonesia) tanggal 5 November 2023 yang dihadiri 2 juta lebih massa sampai saat ini tercatat sebagai demo terbesar di dunia.
5. Memboikot produk yang berafiliasi dengan Amerika dan Israel. Sepertinya hal ini sepele, tapi jika dilakukan dengan kompak maka hasilnya cukup signifikan. Namun yang diboikot janganlah medsos produk Amerika seperti Fb, Ig, WA dan lain-lain. Justru kita gunakan medsos tersebut untuk menyebarkan opini pembelaan terhadap kemerdekaan Palestina. Ini namanya cerdik, bukan munafik seperti yang dituduhkan nitizen pembela Israel.
Semoga lima hal ini bisa kita lakukan secara konsisten dan kompak, sehingga Allah menurunkan pertolongannya kepada rakyat Palestina karena melihat kaum muslimin di seluruh dunia benar-benar kompak menerapkan ukhuwah Islamiyah.

JANGAN MERUSAK AMALMU


By. Satria hadi lubis
Ayat al Qur'an yang membuat orang beriman gemetar dan takut di antaranya adalah ayat ini :
"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu merusakkan amal-amalmu" (QS. Muhammad: 33).
Ibnu ‘Umar ra pernah berkata: "Kami sekelompok shahabat Rasulullaah mengira bahwa tidak ada sedikitpun kebaikan, kecuali PASTI DITERIMA (ALLAH). Hingga turunlah ayat (diatas)." (Diriwayatkan Ibnul Mubaarak; dikutip dari Tafsir IBnu Katsiir)
Sesungguhnya kebaikan, dapat menghapuskan keburukan; dan sesungguhnya keburukan dapat menghapuskan kebaikan.
Yang dimaksud dengan "merusak amal" adalah:
1. Janganlah engkau merusak amal ketaatan dengan melakukan dosa-dosa besar.
2. Janganlah engkau merusak amalmu dengan bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.
3. Janganlah engkau merusak amalmu dengan RIYAA’, UJUB, SUM’AH, KERAGU-RAGUAN, dan NIFAQ.
Diantara pelajaran penting ayat diatas, yang dapat kita petik adalah sikap para sahabat : “Janganlah kita merasa bahwa Allah telah menerima amalan kita (sedangkan kita tidak tahu secara pasti hal tersebut) yang akibat anggapan tersebut (merasa amalan kita sudah banyak, dan kita menjadi takabbur dan ujub karenanya), menjadikan kita bermudah-mudahan terhadap dosa, sekecil apapun itu.
Umar radhiyallahu ‘anhu menanyakan kepada para shahabat tentang tafsir ayat diatas. Ibnu Abbas menjawabnya:
“Yakni perumpamaan orang yang RAJIN beramal dengan ketaatan kepada Allah, lalu Allah mengirimkan setan kepadanya (kemudian ia mengikuti jejak langkah syaithan tersebut), lalu dia banyak bermaksiat sehingga amal-amalnya terhapus” (Fathul Baari (VII/49); al-Bukhariy (4538)
Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
لَأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا
"Aku benar-benar melihat diantara umatku pada hari Kiamat nanti, ada yang datang dengan membawa kebaikan sebesar gunung di Tihamah yang putih, lalu Allah menjadikannya seperti kapas berterbangan. Tsauban bertanya, "Ya Rasulullah, jelaskan kepada kami siapa mereka itu agar kami tidak seperti mereka sementara kami tidak mengetahui!" Beliau bersabda,
أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنْ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا
"Mereka adalah saudara-saudara kalian dan sebangsa dengan kalian, mereka juga bangun malam seperti kalian, akan tetapi apabila mendapat kesempatan untuk berbuat dosa, mereka melakukannya (HR. Ibnu Majah, disahihkan oleh Syaikh Al-Bany dalam Silsilatul Ahaadits Shahihah No. 505).
Kita berlindung kepada Allah dari ketertipuan terhadap amalan-amalan kita; sehingga menjadikan kita takabbur, sehingga menjadikan kita menganggap mudah untuk melakukan dosa.
Tanda baiknya amalan kita adalah amalan yang mengiringinya. Jika kita mengamalkan amalan buruk, maka itulah buah dari amalan sebelumnya (meskipun amalan sebelumnya terlihat “baik”).
Oleh karenanya jika ternyata kita dapati dalam diri kita sibuk dengan amalan ketaatan, tapi sering jatuh kepada maksiat; maka mungkin “amalan ketaatan” yang kita lakukan tersebut hanyalah secara zhahirnya saja yang shalih; tapi secara batin, penuh dengan kedustaan (riyaa’/sum’ah). Na'udzubillah.
Maka kita memohon kepada Allah, agar dimudahkan serta diberikan kekuatan untuk beramal shalih secara TERANG-TERANGAN maupun secara SENDIRIAN; baik secara LAHIR maupun BATHIN.
Rasulullah saw bersabda:
وَإِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا
Sungguh amalan itu tergantung dengan penutupannya.” (HR. Bukhari)
Beliau juga bersabda:
لَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَعْجَبُوا بِأَحَدٍ حَتَّى تَنْظُرُوا بِمَ يُخْتَمُ لَهُ
“Janganlah kalian merasa kagum dengan (amalan) seseorang hingga kalian dapat melihat akhir dari amalnya.
Said bin Jabir berkata :
“Sesungguhnya seorang hamba melakukan perbuatan kebaikan lalu perbuatan baiknya itu menyebabkan ia masuk neraka, dan sesungguhnya seorang hamba melakukan perbuatan buruk lalu perbuatan buruknya itu menyebabkan dia masuk syurga. Hal itu kerana perbuatan baiknya itu menjadikan, dia bangga pada dirinya sendiri (takabbur, kemudian ujub), sehingga dengan sebab takabbur dan ujubnya tersebut; maka Allah mewafatkannya diatas keburukan tersebut. Sementara seseorang yang melakukan perbuatan buruk (senantiasa hatinya mengingkari dan merasa bersalah atas perbuatannya tersebut), hingga menjadikan ia senantiasa memohon ampun serta bertaubat kepada Allah kerana perbuatan buruknya itu (dengan sebab rasa takutnya tersebut, maka Allah memberinya petunjuk, dan mewafatkannya diatas taubatnya tersebut).”
Semoga bermanfaat.

MONAS DAN GEN Z

 

By. Satria hadi lubis
ADA sebagian pendapat bahwa generasi muda gen Z yang lahir antara tahun 1995-2010 semakin tak peduli dengan agama. Hal ini mungkin dilihat dari maraknya fenomena kerusakan moral gen Z. Mulai dari pemakaian narkoba, judi, mabok-mabokan, tawuran, sampai kebebasan seksual dan L68T. Kemudian ada tudingan bahwa gen Z itu jiwanya juga rapuh, mudah putus asa, bahkan bunuh diri.
Namun mungkin pendapat tersebut ada salahnya jika kita melihat dari 2 juta lebih peserta Aksi Damai Bela Palestina tanggal 5 November 2023 sebagian besar adalah gen Z.
Dengan kekhasannya sebagai anak muda, mereka tampil atraktif pada Aksi Bela Palestina di Monas tersebut. Ada ghiroh yang merebak dimana-mana saat itu, bukan hanya dari generasi X dan Y (milenial), tapi juga dari generasi Z, bahkan generasi Alpha (lahir 2013 ke atas) yang ikut demo bersama ayah dan ibunya.
Ghiroh adalah kecemburuan. Secara terminologi berarti semangat yang menggelora dalam setiap jiwa manusia untuk membela agamanya (Islam). Ghiroh adalah awal dan akhir keislaman seseorang untuk kaffah (total) mengamalkan Islam. Awalnya mempelajari Islam, yang diikuti dengan mengamalkan dan memperjuangkan Islam.
Fenomena banyaknya gen Z yang mengikuti Aksi Bela Palestina tanggal 5 November 2023 yang lalu membangkitkan harapan bahwa kaderisasi dan regenerasi perjuangan Islam kepada generasi muda Islam tetap cerah.
Generasi muda Islam tetap mencintai agamanya, yang diekspresikan dengan membela kemanusiaan karena saudara-saudaranya sedang dianiaya dan dijajah di Palestina.
Tinggal bagaimana optimisme ini bisa dilanjutkan dengan merangkul gen Z (dan tentu juga gen Alpha) oleh orang tua, guru, dosen dan ustadz/ustadzah agar mereka terus belajar Islam dan aktif bergaul dalam komunitas atau forum-forum keislaman.
Semua organisasi Islam/forum/majelis ta'lim harus terus proaktif mendekati gen Z dengan pendekatan dakwah yang tidak lagi menggurui dan mudah memvonis surga-neraka. Doktrinisasi perlu diganti dengan dialogisme dan inklusifitas sehingga bisa lebih diterima oleh anak-anak muda gen Z.
Semoga aksi bela Palestina di Monas menjadi monumen kebangkitan optimisme bahwa generasi muda Islam Indonesia masih mencintai agamanya dan rela memperjuangkan Islam seperti anak-anak muda Palestina yang mereka bela.
Kita melihat melalui berita tulisan atau audio visual yang silih berganti masuk ke HP kita bahwa anak-anak muda Palestina begitu mencintai agamanya. Semboyan hidup mereka adalah : Isyman kariman awmut syahidan (hidup mulia atau mati syahid). Semoga semboyan hidup tersebut juga mengalir dalam darah generasi muda Islam Indonesia, sehingga masa depan Indonesia tetap cerah dan menjadi soko guru peradaban dunia.

HIDUP PAHLAWAN ITU SEDERHANA

 By. Satria hadi lubis

"Besok pagi kita akan minum kopi di Meulaboh, atau kita akan mati syahid", ujar sang pahlawan nasional, Teuku Umar, sebelum ia mati syahid untuk membebaskan Meulaboh dari kekuasaan penjajah Belanda.
Begitulah hidup seorang pahlawan : sederhana, tegak lurus, tanpa basa basi dan tanpa pengkhianatan.
Karena hidup ini sederhana. Sesederhana pilihannya yang hanya dua : isy kariman awmut syahidan (hidup mulia atau mati syahid). Bahasa lainnya, ke surga atau ke neraka!
Ya...hanya dua itu pilihannya!
Bahkan orang atheis sekali pun tak punya pilihan bebas. Pemberontakan semu yang mereka lakukan terhadap Tuhan di dunia ini kelak akan bertekuk lutut pada dua pilihan tersebut. Suka atau tidak suka.
Berbagai iklan dan propagandalah yang membuat hidup ini menjadi rumit, sehingga banyak orang yang bingung dan mengalami disorientasi. Abai terhadap buat apa kita hidup dan menghidupkan.
Ada yang rumit dengan pilihan merk, mumet dengan status sosial, bingung dengan selera, ruwet dengan sebutan dan istilah yang membuat kebanggaan semu. Seakan jati dirinya berasal dari kerumitan itu.
Mungkin Allah tersenyum "di atas sana" melihat ulah manusia yang tak jua dewasa. Walau sudah diberikan ayat dan isyarat dari sekelilingnya.
Hidup ini sederhana. Sesederhana pilihan mudah dari sang pahlawan Teuku Umar ketika melihat kezaliman : kita besok minum kopi atau mati syahid!
**dalam rangka Hari Pahlawan, 10 November 2023

HIKMAH PERANG PALESTINA MELAWAN PENJAJAH ISRAEL

 

By. Satria hadi lubis
Banyak sekali hikmah yang bisa kita dapatkan dari perang kemerdekaan Palestina yang sedang terjadi saat ini, antara lain :
1. Semakin terkuak watak asli zionis Israel yang suka membakang dan membunuh. Haus darah dan kejam, serta senang mengabaikan resolusi sebagian besar bangsa di dunia.
"Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!" Mereka menjawab: "Kami mendengar tetapi tidak mentaati". Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah: "Amat jahat perbuatan yang telah diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat). (Qs. 2 ayat 93).
2. Semakin nampak sifat-sifat heroik rakyat Palestina yang tinggal Gaza, terutama anggota Hamas yang berani menghadapi zionisme Israel. Hal ini menjadi teladan bagi manusia, khususnya kaum muslimin sedunia, tentang sifat mulia manusia, yakni keteguhan, keikhlasan, kepahlawanan, dan ketabahan.
Sebuah quote dari jurnalis Anthony Bordain mewakili tentang keteguhan rakyat Palestina menghadapi penjajah Israel, "Hari ini semuanya bisa dibuat di Cina, kecuali satu hal yang hanya bisa dibuat di Palestina, yaitu KEBERANIAN."
"Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan surga yang Allah peruntukkan bagi mereka. Mereka berperang di jalan Allah sehingga mereka membunuh atau terbunuh. (Demikian ini adalah) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah? Maka, bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu. Demikian itulah kemenangan yang agung" (Qs. 9 ayat 111).
3. Semakin pentingnya ukhuwah dan persatuan umat Islam sedunia. Bangsa Palestina yang tertindas adalah bukti lemahnya solidaritas umat Islam sedunia. Para pemimpin Islam, terutama pemimpin Arab, terjebak dalam kepentingan nasionalisme yang sempit, sehingga menutup hati terhadap pembantaian manusia yang terjadi di Gaza. Umat Islam lemah jika mereka tercerai berai, dan menjadi kuat jika mereka bersatu seperti yang terjadi pada masa kejayaan Islam di masa lampau.
"Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ingatlah pula ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk" (Qs. 3 ayat 103).
4. Semakin maraknya kebangkitan ghiroh kaum muslimin sedunia dan jiwa peduli kemanusiaan dari masyarakat dunia pada umumnya. Hal ini terbukti dengan banyaknya aksi damai di seluruh belahan dunia untuk membela kemerdekaan rakyat Palestina.
Dengan munculnya ghiroh (kecemburuan) dan semangat anak-anak muda untuk membela Islam dan kemanusiaan, makin membangkitkan optimisme bahwa peradaban dunia di masa depan insya Allah akan cemerlang. Semoga ghiroh tersebut dilanjutkan dengan antusiasme anak-anak muda untuk mempelajari Islam dan berpihak pada kebenaran, sehingga makin banyak muncul generasi muda yang berkarakter pahlawan (mujahid).
"Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong" (Qs. 22 ayat 78).

PINJAM DULU SERATUS

 

By. Satria hadi lubis
"Pinjam dulu seratus," adalah ungkapan yang sedang viral saat ini. Sampai-sampai seorang artis kondang mancanegara ikut-ikutan mengucapkan ungkapan ini dalam konsernya.
"Pinjam dulu seratus," sebuah kalimat lucu-lucuan tentang harapan mendapatkan cuan (uang) dari orang lain.
"Pinjam dulu seratus," sebuah kalimat bahwa "tangan di bawah lebih baik daripada tangan di atas". Kalimat meminta daripada memberi. Mungkin juga kalimat keputusasan karena terpepet kebutuhan.
"Pinjam dulu seratus," sebuah
kata-kata yang diviralkan banyak orang tapi si penyebar sendiri tak tahu asal usul dan apa maknanya.
Demikianlah, "Pinjam dulu seratus," adalah simbol budaya pop tentang kata atau sesuatu tanpa makna, yang mudah timbul tenggelam dalam arus viral, lalu muncul lagi simbol lain yang juga tanpa makna.
Begitulah hidup bagi sebagian anak manusia. Berjalan dalam absurditas tanpa makna. Lalu terjebak pada putaran yang anomali tanpa arti.
Padahal hidup ini sebenarnya sederhana. Hanya jalan mengabdi kepada Tuhan, lalu berakhir di dalam surga atau neraka.
Tapi begitulah...
Banyak yang melupakan.
Memang manusia sering berkutat dalam simbol dan perjuangan tanpa makna, yang hanya berujung pada materi dan pemuasan hawa nafsu. Dangkal tak berarti.
Ya Allah...
Lindungilah kami dari melupakan makna hidup yang hakiki.
Jadikan waktu-waktu kami habis berbuat untuk yang esensi menuju pulang .
Bukan berkutat pada asesoris dan gimmick kehidupan yang melupakan kami kemana dan buat apa kami hidup.
"Dan dikatakan (kepada mereka): "Pada hari ini Kami melupakan kamu sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan (dengan) harimu ini dan tempat kembalimu ialah neraka dan kamu sekali-kali tidak memperoleh penolong. Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat" (Qs. 45 ayat 34-35).