MENJADI DA'I: JALAN MUDAH UNTUK BAHAGIA
By. Satria Hadi Lubis
BANYAK orang mencari kebahagiaan dengan berbagai cara. Ada yang mengejarnya melalui harta, jabatan, popularitas, atau kesenangan dunia. Namun seringkali, setelah semua itu diraih, hati tetap terasa kosong. Mengapa? Karena hati manusia diciptakan untuk mengenal Allah dan mengajak manusia kepada-Nya.
Salah satu jalan yang sangat dekat dengan kebahagiaan adalah menjadi da'i, yaitu orang yang mengajak kepada kebaikan dan petunjuk Allah. Menjadi da'i tidak harus selalu berdiri di atas mimbar atau berceramah di depan ribuan orang. Mengirim nasihat kepada teman, menulis status yang mengingatkan kepada Allah, mengajarkan Al-Qur'an kepada tetangga, atau mengajak keluarga shalat berjamaah juga termasuk dakwah. Rasulullah saw bersabda:
"Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." (HR. Muslim)
Bayangkan, setiap kali seseorang berubah menjadi lebih baik karena nasihat kita, pahala akan terus mengalir kepada kita. Bahkan ketika kita sedang tidur, bisa jadi pahala masih terus bertambah karena ada orang yang mengamalkan ilmu yang pernah kita sampaikan.
Kebahagiaan seorang da'i bukan hanya karena pahala yang besar. Ada kebahagiaan lain yang tidak dapat dibeli dengan uang, yaitu ketika melihat seseorang yang tadinya jauh dari Allah menjadi dekat kepada-Nya. Ketika melihat orang yang dahulu tidak shalat kemudian rajin ke masjid. Ketika melihat seorang pemuda meninggalkan maksiat lalu mencintai Al-Qur'an. Semua itu menghadirkan kebahagiaan yang sangat dalam di dalam hati.
Menjadi da'i juga membuat hidup lebih bermakna. Banyak orang hidup hanya untuk dirinya sendiri. Tetapi seorang da'i hidup untuk dirinya sekaligus untuk masyarakat. Ia tidak hanya memikirkan keselamatan pribadinya, tetapi juga berusaha menyelamatkan orang lain dari kesesatan dan keburukan. Allah Ta'ala berfirman:
"Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan kebajikan, dan berkata, 'Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.'" (QS. Fussilat: 33)
Ayat ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan orang yang mengajak manusia kepada Allah. Bahkan Allah menyebut mereka sebagai orang yang memiliki perkataan terbaik.
Memang jalan dakwah tidak selalu mudah. Kadang ada penolakan, cibiran, bahkan fitnah. Namun justru di situlah letak kemuliaannya. Para nabi adalah manusia yang paling tahu, melalui satu kalimat yang kita sampaikan hari ini, Allah memberikan hidayah kepada seseorang. Dan bisa jadi itulah amal yang kelak paling memberatkan timbangan kebaikan kita di akhirat.
Jika ingin hidup lebih bermakna, lebih bermanfaat, dan lebih bahagia, maka jadilah da'i. Sebab orang yang mengajak manusia kepada Allah sesungguhnya sedang berjalan di salah satu jalan tercepat menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar