PADA SAAT KAPAN ENGKAU MERASA HIDUPMU ON THE TRACK?
By. Satria hadi lubis
DI ZAMAN media sosial seperti sekarang, banyak orang merasa hidupnya harus selalu dibandingkan dengan kehidupan orang lain.
Ada yang merasa tertinggal karena temannya sudah punya rumah.
Ada yang merasa gagal karena usianya sudah kepala tiga tetapi kariernya belum mapan.
Ada yang merasa hidupnya tidak berjalan sebagaimana mestinya karena bisnisnya belum berkembang.
Ada pula yang merasa dirinya sukses hanya karena penghasilannya meningkat dan pengikut media sosialnya bertambah.
Akibatnya, ukuran keberhasilan hidup menjadi kabur.
Orang semakin sibuk mengejar standar manusia, tetapi lupa menanyakan satu pertanyaan yang paling penting: "Apakah hidupku sudah on the track? Sudah berada di jalan yang lurus dan diridhai Allah Ta’ala?"
Karena sesungguhnya hidup yang on the track bukanlah hidup yang selalu mulus, melainkan hidup yang berjalan menuju tujuan yang benar.
Bayangkan seseorang sedang mengendarai mobil mewah dengan kecepatan tinggi. Kendaraannya bagus, bahan bakarnya penuh, dan jalannya lancar. Tetapi ternyata ia sedang menuju arah yang salah. Apakah kecepatan dan kenyamanan itu bermanfaat? Tentu tidak!
Sebaliknya, ada orang yang berjalan perlahan, penuh perjuangan, bahkan berkali-kali jatuh. Namun ia sedang menuju tujuan yang benar. Maka inilah yang sesungguhnya lebih dekat kepada keberhasilan.
Demikian pula kehidupan manusia. Yang paling penting bukan seberapa cepat kita melaju, tetapi ke mana arah hidup kita.
1. HIDUPMU ON THE TRACK KETIKA SEMAKIN DEKAT KEPADA ALLAH
Tanda pertama bahwa hidup seseorang berada di jalur yang benar adalah ketika hubungannya dengan Allah semakin baik. Shalatnya semakin terjaga. Doanya semakin banyak. Dzikirnya semakin rutin. Dakwahnya semakin ditekuni. Dengan kata lain, ketergantungannya kepada Allah semakin besar. Allah Ta'ala berfirman:
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)
Banyak orang memiliki harta melimpah tetapi hidupnya penuh kecemasan. Sebaliknya, ada orang yang sederhana tetapi hatinya tenang. Mengapa? Karena ketenangan sejati tidak berasal dari banyaknya uang, melainkan dari dekatnya hati kepada Allah.
Jika hari demi hari engkau semakin rajin shalat berjamaah, semakin mencintai Al-Qur'an, dan semakin menikmati ibadah, maka itu tanda bahwa Allah sedang membimbingmu ke jalan yang benar.
2. HIDUPMU ON THE TRACK KETIKA AMAL SHALIHMU TERUS BERTAMBAH
Allah tidak menilai manusia dari gelar, jabatan, atau kekayaannya. Allah menilai manusia dari iman dan amal shalihnya. Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah sebaik-baik makhluk." (QS. Al-Bayyinah: 7)
Karena itu, ukuran kemajuan seorang muslim bukan hanya kenaikan gaji atau jabatan. Tetapi apakah amalnya semakin baik.
Apakah bacaan Al-Qur'annya bertambah.
Apakah sedekahnya meningkat.
Apakah ilmunya bertambah.
Apakah akhlaknya semakin baik.
Apakah usahanya mencari rezeki semakin sabar.
Jika engkau terus bertumbuh dalam kebaikan, meskipun perlahan, maka sesungguhnya engkau sedang berjalan di jalur yang benar.
3. HIDUPMU ON THE TRACK KETIKA DOSA MENJADI SESUATU YANG MENYAKITKAN HATI
Salah satu tanda hidupnya hati adalah merasa gelisah ketika melakukan dosa. Sebaliknya, hati yang mati akan menganggap maksiat sebagai sesuatu yang biasa. Rasulullah saw bersabda:
"Kebaikan adalah sesuatu yang membuat jiwa tenang, sedangkan dosa adalah sesuatu yang menggelisahkan hati dan membuat dada sempit." (HR. Ahmad)
Jika setelah melakukan kesalahan engkau segera bertaubat, menyesal, dan ingin memperbaikinya, maka itu adalah pertanda baik, karena Allah masih menjaga hatimu.
Yang berbahaya bukanlah orang yang berdosa, tetapi orang yang berdosa tetapi tidak lagi merasa bersalah.
4. HIDUPMU ON THE TRACK KETIKA TUJUAN HIDUPMU SEMAKIN JELAS
Banyak manusia hidup tanpa arah. Mereka bekerja, makan, tidur, lalu mengulanginya setiap hari tanpa memahami tujuan utama keberadaan mereka. Padahal Allah SWT telah menjelaskan:
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Ketika seseorang memahami bahwa tujuan hidupnya adalah ibadah kepada Allah, maka banyak kegelisahan dunia akan hilang.
Ia tetap bekerja keras.
Ia tetap berbisnis.
Ia tetap mengejar prestasi.
Namun semua itu dilakukan sebagai sarana untuk mendekat kepada Allah, bukan sebagai tujuan akhir.
5. HIDUPMU ON THE TRACK KETIKA UJIAN MEMBUATMU LEBIH DEKAT KEPADA ALLAH
Banyak orang mengira hidup yang benar adalah hidup yang bebas masalah. Padahal para nabi justru manusia yang paling berat ujiannya. Rasulullah saw bersabda:
"Manusia yang paling berat ujiannya adalah para nabi, kemudian yang semisal mereka, lalu yang semisal mereka." (HR. Tirmidzi)
Karena itu, jangan mengukur keberhasilan hidup dari sedikit atau banyaknya ujian. Yang lebih penting adalah bagaimana ujian itu mempengaruhi dirimu.
Jika musibah membuatmu lebih banyak berdoa, lebih sering sujud, dan lebih dekat kepada Allah, maka ujian itu justru sedang mengarahkanmu ke jalan yang benar.
6. HIDUPMU ON THE TRACK KETIKA KEBERADAANMU BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN
Islam tidak mengajarkan kesalehan yang egois. Seorang muslim yang baik harus membawa manfaat bagi sekitarnya. Rasulullah saw bersabda:
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Ath-Thabrani)
Maka tanyakan kepada dirimu sendiri:
Apakah keluargaku merasakan manfaat dari keberadaanku?
Apakah tetanggaku merasakan kebaikanku?
Apakah ilmu yang kupelajari memberi manfaat kepada orang lain?
Apakah hartaku menjadi jalan pertolongan bagi sesama?
Jika jawabannya semakin banyak "ya", maka itu tanda bahwa hidupmu sedang berada di jalur yang benar.
7. HIDUPMU ON THE TRACK KETIKA AKHIRAT LEBIH BESAR DI HATIMU DARIPADA DUNIA
Bukan berarti meninggalkan dunia. Tetapi dunia tidak lagi menjadi tujuan utama. Rasulullah saw bersabda:
"Barangsiapa yang akhirat menjadi tujuannya, maka Allah akan menjadikan kekayaan dalam hatinya, menyatukan urusannya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk. Dan barangsiapa yang dunia menjadi tujuannya, maka Allah akan menjadikan kefakiran di depan matanya dan mencerai-beraikan urusannya." (HR. Tirmidzi)
Inilah salah satu tanda terbesar bahwa hidup seseorang berada di jalur yang benar. Ia tidak diperbudak oleh dunia. Ia mengunakan dunia untuk meraih akhirat. Ia sukses di dunia sebagai alat dakwah kepada manusia bahwa Islam mendorong kemajuan.
Oleh karena itu, jangan terlalu cepat merasa gagal hanya karena target duniamu belum tercapai. Bisa jadi Allah sedang membimbingmu menuju kemuliaan yang lebih besar.
Dan jangan terlalu cepat merasa sukses hanya karena dunia sedang berpihak kepadamu. Karena ukuran keberhasilan menurut Allah berbeda dengan ukuran keberhasilan menurut manusia.
Pada akhirnya, hidup yang on the track bukanlah hidup yang paling kaya, paling terkenal, atau paling nyaman. Tetapi hidup yang setiap harinya semakin dekat kepada Allah, semakin banyak amal shalihnya, semakin takut kepada dosa, semakin bermanfaat bagi sesama, dan semakin siap bertemu dengan Rabb-nya.
Jika hari ini engkau lebih dekat kepada Allah daripada kemarin, lebih mencintai Al-Qur'an daripada kemarin, lebih menjaga shalat daripada kemarin, dan lebih memikirkan akhirat daripada kemarin, maka insya Allah hidupmu sedang berada di jalur yang benar.
Karena tujuan akhir perjalanan ini bukanlah dunia, melainkan surga yang dijanjikan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar