SUKSES DI BISNIS PERLU MENTOR,
SUKSES HIDUP BERAGAMA JUGA PERLU MENTOR
By. Satria Hadi Lubis
HARI ini banyak orang rela keluar uang mahal untuk ikut seminar bisnis, kelas investasi, kursus public speaking, bahkan mencari mentor agar usahanya berkembang. Mereka sadar bahwa sukses dalam dunia bisnis tidak cukup hanya modal semangat. Butuh bimbingan, arahan, pengalaman, dan lingkungan yang mendukung.
Padahal bisnis hanya berdampak parsial di dunia. Kalau gagal bisnis, paling kerugiannya sebatas harta, jabatan, atau kenyamanan hidup sementara.
Namun anehnya, ketika berbicara tentang agama, banyak orang merasa tidak perlu dibina, tidak perlu diarahkan, tidak perlu ikut mentoring atau tarbiyah. Seolah-olah cukup belajar sendiri dari potongan video, status media sosial, atau sekadar merasa sudah baik. Padahal urusan agama bukan hanya menentukan kehidupan di dunia, tetapi juga menentukan keselamatan akhirat yang kekal selamanya.
Kalau untuk mencari keuntungan dunia saja kita perlu mentor, maka untuk mencari ridha Allah dan surga tentu lebih membutuhkan mentor lagi. Karena perjalanan istiqamah itu berat jika sendirian.
Banyak orang semangat hijrah di awal, tetapi akhirnya kembali futur karena tidak punya lingkungan dan pembinaan. Banyak yang ilmunya sedikit, tetapi merasa cukup sehingga mudah salah arah. Ada juga yang semangat ibadah, namun tidak teratur karena tidak ada yang mengingatkan. Itulah pentingnya mentoring atau tarbiyah.
Dalam mentoring, kita tidak hanya belajar ilmu, tetapi juga belajar menjaga iman, memperbaiki akhlak, melatih disiplin ibadah, dan saling menasihati dalam kebaikan.
Mentoring membuat seseorang punya:
TEMAN perjuangan ketika iman melemah.
GURU yang meluruskan saat salah jalan.
LINGKUNGAN baik yang menjaga semangat kebaikan.
TARGET amal agar hidup lebih terarah.
NASIHAT yang menguatkan ketika futur.
KONTROL diri agar tidak mudah kembali pada maksiat.
Bahkan para sahabat Nabi pun dibina langsung oleh Rasulullah saw dalam halaqah-halaqah keimanan. Mereka tidak berjalan sendiri-sendiri.
Sebab iman itu naik turun. Hati manusia mudah berubah. Dan syaitan lebih mudah memangsa orang yang sendirian daripada yang berada dalam barisan kebaikan. Karena itu, jangan merasa cukup berjalan sendiri dalam agama.
Kalau ingin sukses dunia saja kita mencari mentor (murobbi) terbaik, maka untuk sukses dunia dan akhirat lebih butuh lagi kita mempunyai mentor (murobbi). Maka carilah lingkungan tarbiyah dan mentoring yang mendekatkan diri kepada Allah.
Sebab surga bukan tempat yang mudah dicapai oleh orang-orang yang berjalan sendirian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar