By. Satria hadi lubis
Wahai saudaraku kaum muslimin...
Sudah saatnya setiap kaum muslimin saat ini menyediakan waktu setiap hari untuk berjuang membela Islam di media-media sosial : Facebook, Instagram, X, Tiktok, Whatsapp, dan lain-lain.
Setidaknya setiap muslim perlu mempunyai dua akun medsos yang diisi dengan berbagai konten dakwah dan kebaikan serta untuk menanggapi berbagai serangan pemikiran oleh para pembenci Islam (kaum Islamophobia) yang kini rajin bersliweran di medsos. Mereka tak henti-hentinya menebar ujaran kebencian dengan menjelek-jelekkan Islam, Rasulullah saw, Al Qur'an, dan para ulamanya (para asatidz), baik secara halus maupun kasar.
Sebagai muslim, sudah barang tentu kita harus memiliki ghiroh (rasa cemburu dan semangat membara) untuk membela Islam di medsos.
Jadikan medsos-medsos saat ini penuh dengan berbagai konten dakwah dan kebaikan serta pembelaan terhadap Islam daripada dipenuhi berbagai konten kemaksiatan dan kesia-siaan yang tak ada manfaatnya.
Jangan minder, takut dan kapok dengan perundungan dari para haters pembenci Islam. Terus maju membela Islam di medsos secara rutin!
Ketahuilah...
Pada zaman modern ini, cara kita mendapatkan pahala yang banyak bukan hanya melalui amal sholih di dunia nyata, tapi juga di dunia maya. Yakni dengan lebih sering dan lebih banyak lagi berdakwah di dunia maya sebagaimana sebaliknya, begitu mudahnya seseorang saat ini "memanen" dosa dan maksiat di dunia maya.
Maka singsingkanlah jari-jari kalian...wahai saudara-saudaraku kaum muslimin!
Untuk "membanjiri" dunia maya dengan berbagai konten dakwah dan kebaikan serta pembelaan terhadap Islam.
Jangan sampai kaum Islamophobia leluasa menjelek-jelekkan Islam di media sosial, menyebarkan hoax dan ujaran kebencian yang memecah belah umat, serta memfitnah Allah, Rasul-Nya, para ulama dan Al Qur'an.
Ketahuilah!
Jejak digital kita akan "abadi" di dunia maya. Menjadi pahala jariyah yang akan mengalir terus-menerus, walau kita sudah meninggal dunia.
Rasulullah saw bersabda :
"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).
"Apabila seorang anak Adam mati, putuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah atau ilmu yang memberi manfaat kepada orang lain atau anak saleh yang berdoa untuknya" (HR. Muslim).
Hal ini juga dipertegas dengan penjelasan dari Al-Hafidh Abd Adhim bin Abd Qawiyy al-Mundziriy As-Syafi’i sebagai berikut :
• قال الحافظ عبد العظيم المنذري الشافعي رحمه الله
( ناسخُ العلم النافعِ له أجره وأجر من قَرأَه أو نسخه أو عمل به من بعده، ما بقي خطُّه والعمل به؛ لهذا الحديث وأمثاله، وناسخ غير النافع مِمَّا يوجبُ الإثم، عليه وزرُه ووزرُ من قرأه أو نسخه أو عمل به من بعده، ما بقي خطُّه والعملُ به)
الترغيب والترهيب
"Orang yang menyalin atau mencatat (atau membuat status) ilmu yang bermanfaat, ia akan mendapatkan pahalanya, juga mendapatkan pahala orang yang membacanya, pahala orang yang men-share kembali, dan pahala orang yang mengamalkannya, selama tulisannya masih ada dan diamalkan, karena berdasar pada hadits di atas dan yang semisalnya.
Sebaliknya, orang yang menyalin atau mencatat atau membuat status apapun yang tak bermanfaat serta berdosa, ia pun menanggung dosanya, juga menanggung; dosa orang yang membacanya, dosa orang yang men-share kembali, dosa orang yang mengamalkannya, selama tulisannya masih ada dan diamalkan" (At-Targhib wat Tarhib).
Mari saudaraku kaum muslimin..!
Kita penuhi media sosial dengan berbagai konten dakwah dan kebaikan serta pembelaan terhadap Islam, yang pahalanya luar biasa besarnya. Allahu Akbar!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar