APA PEKERJAAN PALING MULIA?
By. Satria hadi lubis
DI TENGAH hiruk-pikuk dunia yang semakin sibuk, ada satu profesi yang tetap berdiri tegak menjaga pilar peradaban, yaitu GURU. Dalam Islam, pekerjaan guru bukan sekadar mencari nafkah, tetapi pekerjaan paling mulia. Pekerjaan dengan amanah besar yang diikat oleh nilai ibadah dan kemuliaan.
Mengapa guru begitu mulia?
Karena seorang guru bukan hanya mengajarkan huruf dan angka, tetapi menyalakan cahaya dalam hati murid-muridnya. Ia membuka jalan pengetahuan, menanamkan akhlak, membentuk cara pandang, bahkan ikut menentukan masa depan seseorang tanpa pernah meminta imbalan khusus. Tugas ini sangat dekat dengan misi para Nabi. Tidak heran jika Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya aku diutus hanyalah sebagai seorang guru.”
(HR. Ibnu Majah)
Kalimat singkat itu cukup untuk membuat profesi guru berada di tempat yang istimewa. Guru bukan sekadar pekerjaan, tetapi melanjutkan salah satu bagian dari tugas kenabian: mengajar dan membimbing manusia menuju kebaikan.
Di lingkaran kecil sekalipun (halaqoh), seorang guru dapat menanamkan benih yang efeknya bisa hidup puluhan tahun. Ia mungkin tidak tahu siapa murid yang kelak menjadi pemimpin, ilmuwan, ulama, atau penolong orang banyak. Tapi setiap huruf yang ia ajarkan, setiap kata yang ia ucapkan, setiap nilai kebaikan yang ia tanamkan, semuanya tercatat sebagai amal jariyah. Rasulullah saw bersabda :
"Apabila anak adam (manusia) telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya darinya, kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang selalu mendoakannya." (HR Muslim No. 1631).
Menjadi guru berarti rela mengorbankan waktu, menahan lelah, bersabar menghadapi tingkah murid, dan tetap tersenyum meski banyak tekanan hidup.
Di saat banyak profesi mungkin dihormati karena uang atau jabatan, guru dimuliakan karena pengaruhnya yang tak terlihat namun nyata. Ia mungkin pulang tanpa seragam mewah, tanpa uang yang banyak, tanpa sorotan kamera, tetapi ia membawa pulang pahala dan kemuliaan yang tak tertandingi.
Guru adalah awal dan akhir setiap profesi. Sebab tak ada profesi yang pahalanya besar tanpa memasukkan peran guru di dalamnya. Peran untuk mengukir peradaban dan mendidik akhlaq.
Bahkan ketika semua profesi selesai dilakukan di kala menua, yang terbersit di benak manusia perindu surga adalah : "Ya Allah....izinkan aku untuk (tetap) menjadi guru."
*Selamat Hari GURU, 25 November 2025.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar