Jumat, 23 Januari 2026

ISTRI (SEMESTINYA) MUDAH MASUK SURGA

 ISTRI (SEMESTINYA) MUDAH MASUK SURGA


By. Satria hadi lubis 


“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih).


Beruntunglah seorang istri. Cukuplah ia melakukan empat hal : sholat, shaum Ramadhan, menjaga kemaluan dan taat kepada suami, maka hak baginya masuk surga.


Hal ini berbeda dengan suami yang lebih sulit masuk surga karena hisabnya lebih banyak. Ditanyakan dulu kepemimpinannya di keluarga, rejekinya dari mana dan untuk apa, berdakwah (berjihad) atau tidak, masa mudanya untuk apa, sehatnya untuk apa, dan seribu satu pertanyaan hisab lainnya. Tanggung jawab lelaki memang lebih berat daripada perempuan.


Namun mengapa Nabi saw memprediksi banyak istri yang masuk neraka? 


"Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu” (HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907).


Ternyata walau syarat masuk surga bagi istri hanya sedikit, tapi banyak isteri yang sulit untuk melakukan syarat yang keempat, yakni TAAT kepada suaminya, sehingga ia masuk neraka disebabkan ketidaktaatannya tersebut.


Apa yang Nabi saw sampaikan itu makin terbukti di zaman ini. Akibat pengaruh emansipasi dari Barat, banyak istri yang sekarang ini, sadar atau tidak sadar, terbiasa melawan suami. 


Wujud perlawanan itu membentang dari perbuatan sering membantah sampai tidak bersyukur atas pemberian suami. Suka membesar-besarkan kekurangan dan menyepelekan kelebihan suami. Sebaliknya, suka merasa punya kelebihan yang banyak dan mempunyai kekurangan yang sedikit dibandingkan suaminya. Termasuk di dalamnya perkataan di depan suami seperti yang disebutkan dalam hadits diatas, "Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan (kelebihan) darimu".


Padahal jika seorang istri taat, walau suami brengsek sekalipun, ia bisa masuk surga dengan mudah. Hal ini dengan catatan selama taatnya ia kepada suaminya tidak bertentangan dengan syari'at Allah.


Kunci ketaatan kepada suami adalah SABAR dan SELALU BERSYUKUR. Sabar terhadap kekurangan suami dan bersyukur dengan kelebihan suami, karena di luar sana ada istri-istri lain yang mendapatkan suami lebih buruk lagi.


Kunci sabar dan syukur ini juga adalah kunci untuk menyelesaikan berbagai persoalan rumah tangga, termasuk kunci agar suami tidak selingkuh. Sebab sebagian besar suami selingkuh justru karena merasa direndahkan oleh istrinya, tidak dipercaya istri, dan kurang puas secara seksual karena istri tidak mau melayani suami. Dengan kata lain, istri kurang sabar dan bersyukur.


Maka sabar dan bersyukurlah wahai para isteri...agar engkau bisa menjadi qurrota 'ayun (yang enak dilihat) oleh suamimu, mudah masuk surga, dan bahagia di dunia dan akhirat.


"Ya Robb kami....anugrahkanlah kepada kami, isteri dan keturunan kami sebagai qurrota a'yun (enak dilihat dan menyenangkan hati) kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa" (Qs. 25 ayat 74).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar