Jumat, 23 Januari 2026

MUHASABAH 2025 : DI ANTARA WAKTU YANG TERBUANG

 MUHASABAH 2025 : DI ANTARA WAKTU YANG TERBUANG


By. Satria hadi lubis 


TAHUN 2025 hampir menutup pintunya.

Hari-hari yang dulu kita jalani dengan tergesa, kini tinggal kenangan. Sebagian indah, sebagian pahit, dan banyak yang luput kita syukuri.


Muhasabah (introspeksi diri) tahun 2025 bukan tentang menghakimi diri dengan keras, tapi tentang kejujuran hati. Tentang berani bertanya pada diri sendiri sebelum nanti ditanya di hadapan Allah SWT.


Di tahun 2025 ini, berapa kali kita menunda shalat karena kesibukan?

Berapa kali Al-Qur’an lebih sering berada di rak daripada dibaca?

Berapa kali lisan kita melukai orang lain, meski niatnya bercanda?


Kita sering merasa waktu kurang,

padahal yang kurang bukan waktu, tapi kesadaran. 

Hari demi hari berlalu, sementara dosa terasa ringan karena terbiasa, dan kebaikan terasa berat karena jarang dilakukan.


Di tahun 2025 ini, mungkin kita pernah rajin beribadah.

Namun jujurlah...berapa banyak yang hanya rutinitas tanpa khusyu'?

Kita berdiri di hadapan Allah, tapi hati kita sering berada di tempat lain.


Muhasabah 2025 juga tentang hubungan dengan manusia.

Bagaimana dengan orang tua kita?

Bagaimana dengan keluarga yang sering kita abaikan?

Tentang teman yang kita jauhi hanya karena ego?


Boleh jadi kita menang dalam perdebatan, tapi kalah dalam adab.

Boleh jadi kita terlihat benar, tapi kehilangan keberkahan.


Namun muhasabah bukan akhir.

Ia adalah pintu pulang.

Selama hati masih gelisah saat mengingat dosa, itu tanda iman belum mati.


Jika di tahun 2025 ini kita pernah jatuh, itu bukan alasan untuk menyerah.

Justru itu panggilan untuk kembali.


Karena Allah tidak menunggu kita menjadi sempurna.

Allah hanya menunggu kita kembali dengan sungguh-sungguh.


Maka sebelum 2025 benar-benar pergi,

mari kita tundukkan kepala, rendahkan hati, dan katakan dengan jujur:

“Ya Allah, aku lemah… tapi aku ingin berubah.”

"Ya Allah, aku lalai... dengan waktuku yang terbuang sia-sia"


Semoga muhasabah ini bukan sekadar renungan akhir tahun, melainkan awal langkah untuk hidup yang lebih taat dan bermakna di tahun yang akan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar