KOMUNIKASI BERLUMURAN DOA
By. Satria hadi lubis
DALAM komunikasi, tak semua orang butuh jawaban.
Sebagian hanya butuh didoakan.
Ada luka yang tak bisa disembuhkan oleh nasihat,
ada lelah yang tak reda oleh logika.
Tapi sering kali, hati luluh oleh kalimat sederhana:
“Barakallahu fiikum (Semoga Allah memberkahimu)"
"Jazakumullah (semoga Allah membalas kebaikanmu)"
"Syafakallah (semoga Allah menyembuhkanmu)"
Tak peduli doa dengan bahasa Arab atau bahasa lainnya,
mendoakan orang lain dalam komunikasi adalah tanda
bahwa kita tak sekadar mendengar,
tapi ikut menanggung rasa.
Saat kata-kata terasa berat,
doa menjadi bahasa yang paling jujur.
Ia tidak menghakimi, tidak membandingkan,
hanya menyerahkan semuanya kepada Allah.
Dan indahnya,
ketika kita mendoakan orang lain,
langit pun membalas diam-diam.
Ada malaikat yang mengamini,
lalu berkata, “Dan untukmu seperti itu.”
Maka sering-seringlah mendoakan orang lain.
Dalam pesan singkat, dalam obrolan ringan,
dalam diam yang tak terucap.
Jadikan komunikasi kita berlumuran doa.
Karena doa adalah cara paling lembut
untuk berkata:
"Aku mencintaimu, dan aku ingin kamu baik-baik saja."
“Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar