Sabtu, 24 Januari 2026

MENGAPA TAK BERLAKU PADA SEBAGIAN MUSLIM?

MENGAPA TAK BERLAKU PADA SEBAGIAN MUSLIM?


By. Satria hadi lubis 


ADA janji Allah SWT yang pasti nyata bahwa orang yang bertaqwa akan mendapat rezeki dari arah yang tak terduga.


"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya". (Qs. At-Talaq ayat 2-3)


Namun, mengapa janji tersebut menjadi nyata bagi sebagian muslim, tapi tak berlaku bagi sebagian muslim lainnya?


Jawabannya, terletak pada dua variabel, yaitu tingkat KEYAKINAN dan banyaknya IBADAH.


Jika kamu yakin (haqqul yakin) dengan janji Allah tersebut dan banyak beribadah, maka rezeki yang datang dari arah tak disangka-sangka itu pasti sering terjadi kepadamu...insya Allah. Hidupmu tidak sepenuhnya rasional. Ada "keajaiban" berupa berbagai nikmat rezeki yang kamu peroleh secara tak terduga.


Namun jika kamu yakin dengan janji Allah tersebut, tapi sedikit ibadahnya, maka rezeki yang datang dari arah tak disangka-sangka itu belum tentu terjadi.


Atau kamu kurang yakin dengan janji Allah tersebut, walau banyak ibadah, maka rezeki yang datang dari arah tak disangka-sangka juga belum tentu terjadi.


Apalagi jika kamu kurang yakin dengan janji Allah tersebut, bahkan tak percaya, disertai dengan jarang beribadah, maka rezeki yang datang dari arah tak disangka-sangka tidak akan terjadi. Hidup kamu sepenuhnya rasional, tak ada "keajaiban" mendapatkan rezeki tak terduga sebagai bagian dari nikmat Allah SWT.


Keyakinan itu penting dalam berhubungan dengan Allah. Sebab Allah akan membantu kita sesuai dengan persangkaan hamba-Nya.


“Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675)


Banyak beribadah (yang tentunya diikuti kualitas ibadah) juga penting sebagai syarat ketakwaan seorang muslim. Tak ada taqwa, tanpa banyak beribadah. Baik ibadah khusus seperti, sholat, shaum, zikir, tilawah,dan lain-lain, maupun ibadah umum, seperti berdakwah dan melakukan berbagai amal kebaikan.


Maka tingkatkan keyakinan dan perbanyak ibadah jika engkau ingin merasakan nikmat Allah berupa rezeki dari arah tak disangka-sangka, seperti yang Allah firmankan dalam surah At-Talaq ayat 2-3 di atas. Sekaligus merasakan kehadiran Allah dalam hidup ini, sehingga hidup ini menjadi lebih indah.


Dinisbatkan dari Ali bin Abu Thalib ra, suatu ketika ia ditanya, “Apakah engkau melihat Allah, wahai Ali?”

Ali menjawab: ‘Bagaimana aku akan menyembah Tuhan yang tidak aku lihat? Tetapi aku tidak melihat-Nya dengan mata kepala, melainkan dengan hati dan keyakinanku."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar