Jumat, 23 Januari 2026

SIGAP MENYALAHKAN ORANG LAIN

 SIGAP MENYALAHKAN ORANG LAIN


DALAM sebuah pertemuan, seorang pembicara bertanya kepada peserta wanita : "Kalian membanggakan intuisi kalian tentang suami, sehingga bisa merasakan apakah suami kalian selingkuh atau tidak. Tapi mengapa kalian tidak punya intuisi untuk merasakan apakah suami kalian bahagia atau tidak punya isteri kalian?"


Ya...begitulah kita pada umumnya. Menuntut untuk dibahagiakan, tapi lalai untuk membahagiakan orang lain. 


Sigap menyalahkan orang lain tentang kegagalan kita, tapi tak mau bertanggung jawab untuk memikul sendiri dampak dari kesalahan kita.


Padahal setelah dewasa, setiap manusia bertanggung jawab untuk memikul kesalahan dan luka batinnya sendiri-sendiri. Tak bisa lagi menyalahkan orang lain, entah itu orang tua, pasangan, anak atau siapa pun yang dekat dan mencintai kita.


Bukankah Allah SWT telah menyediakan kemampuan berpikir dan berikhtiar? Bahkan di waktu dewasa kemampuan tersebut menjadi optimal?


"Atau agar kamu (tidak) mengatakan: "Sesungguhnya nenek moyang kami telah mempersekutukan (Tuhan) sejak dahulu, sedangkan kami adalah keturunan yang (datang) setelah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?" (Qs. 7 ayat 173).


Allah SWT mengecam mereka yang suka menyalahkan orang lain. Padahal Allah telah memberikan manusia akal dan pilihan bebas, bahkan pilihan untuk menentang Tuhan sekali pun.


Lain kali, jika engkau punya masalah dengan orang lain. Jangan sigap menyalahkan orang tersebut, tapi tanyakan kepada dirimu sendiri seberapa besar usahamu untuk tidak menimbulkan masalah dan membantu membahagiakan orang lain.


By. Satria hadi lubis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar