IKHLAS WALAU TIDAK RELA
By. Satria hadi lubis
Selama ini ada sebagian muslim mengartikan ikhlas dengan perbuatan yang dilakukan dengan rela dan tanpa pamrih. Padahal ikhlas dan rela dua pengertian yang berbeda.
Al ‘Izz bin Abdis Salam berkata : Ikhlas ialah seorang melaksanakan ketaatan semata-mata karena Allah. Dia tidak berharap pengagungan dan penghormatan manusia, dan tidak pula berharap manfaat dan menolak bahaya.
Al Harawi berkata : “Seorang yang ikhlas ialah, seorang yang tidak mencari perhatian di hati manusia dalam rangka memperbaiki hatinya di hadapan Allah, dan tidak suka seandainya manusia sampai memperhatikan amalnya, meskipun hanya seberat biji sawi.
Sedang Abu ‘Utsman berkata : “Ikhlas ialah melupakan pandangan makhluk, dengan selalu melihat kepada Khaliq (Allah)”.
Jadi ikhlas adalah memurnikan niat semata-mata hanya untuk mencari keridaan Allah SWT dan tidak mengharapkan imbalan atau pujian dari manusia.
Ikhlas berbeda dengan rela atau sukarela. Dalam kamus KBBI, rela atau sukarela berarti tindakan atau kegiatan yang dilakukan dengan kemauan sendiri, tanpa paksaan, dan dengan hati yang senang.
Rela belum tentu ikhlas (diniatkan semata-mata mencari keridhoaan Allah). Sebaliknya, ikhlas belum tentu dilakukan dengan rela. Ikhlas bisa juga dilakukan dengan terpaksa atau bukan kemauan sendiri, atau dengan hati yang kurang senang.
Allah SWT berfirman : "Berangkatlah kamu, baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (Qs. 9 ayat 41)
Jadi walaupun kita terpaksa melakukan sesuatu, tapi ikhlas semata-mata mencari ridho Allah, maka perbuatannya bisa disebut dengan perbuatan yang ikhlas. Insya Allah kita akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Contohnya, sholat subuh dalam keadaan enggan karena mengantuk atau berinfaq lebih besar walau yang rela sebenarnya berinfaq lebih kecil.
Sebaliknya perbuatan yang rela dan dilakukan dengan senang hati, tapi bukan dalam rangka mencari ridho Allah (tidak ikhlas), maka tak akan mendapatkan pahala sedikitpun.
"Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, sedangkan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang diniatkannya. Maka, barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia yang ingin diraih atau wanita yang ingin dinikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia berhijrah kepadanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Namun, sebaik-baiknya ikhlas adalah ikhlas yang dilakukan tanpa lagi terpaksa, tapi sudah dilakukan dengan senang hati dan atas kesadaran sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar