Sabtu, 24 Januari 2026

REZEKI PAS-PASAN, TAPI CUKUP

 REZEKI PAS-PASAN, TAPI CUKUP


By. Satria hadi lubis 


ADA orang yang rezekinya pas-pasan, tapi cukup.


Pas butuh uang untuk bayar sekolah anak, pas ada uangnya.

Pas butuh duit untuk ke rumah sakit, pas ada duitnya.

Pas ingin beli hp baru, pas ada fulusnya.

Pas ingin sedekah, pas ada yang bisa diberikan.


Inilah mungkin yang disebutkan Allah dalam surah At-Talaq ayat 2-3 : "Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangka." 


Rasulullah saw termasuk di dalamnya. Beliau tidak punya uang dan materi berlebih, bahkan meninggal tanpa mewariskan harta. Namun beliau hidup pas-pasan dan berkecukupan. Beliau saw selalu mendapatkan rezeki dari arah tak disangka-sangka. 


Ada juga orang yang hidupnya pas-pasan, tapi selalu kurang.


Pas butuh uang untuk bayar sekolah anak, pas gak ada uangnya.

Pas butuh duit untuk ke rumah sakit, pas gak ada duitnya.

Pas ingin beli hp baru, pas gak ada fulusnya.

Pas ingin sedekah, pas gak ada yang bisa diberikan.


Untuk orang semacam ini yang perlu ditingkatkan adalah taqwa dan usahanya. Juga tingkat keyakinannya bahwa ada hubungan antara taqwa dengan rezeki yang pas-pasan tapi cukup, seperti yang dialami oleh orang-orang sholih.


Ada juga orang yang hidupnya berlebihan, hartanya berlimpah dan sebagian disimpan dalam berbagai portofolio investasi keuangan. Sebagian lagi digunakan untuk bermewah-mewahan.


Untuk golongan ini, hidupnya ngeri-ngeri sedap. Disebut sedap karena mendapat prestise sebagai orang sukses dan dikagumi banyak orang awam. Namun ngeri karena pertanggungjawaban berat. Apalagi jika hartanya didapat dengan cara curang dan hasil korupsi.


Bukankah Allah berfirman dalam ayat 35 surah at Taubah bahwa penimbun harta bisa celaka, apalagi jika kewajiban zakat juga diabaikan serta tamak.


"(Ingatlah) pada hari (ketika) emas dan perak dilebur di dalam neraka Jahanam, lalu disetrikakan ke dahi, lambung, dan punggung mereka (seraya dikatakan), 'Inilah harta bendamu yang kamu timbun untuk dirimu sendiri. Maka, rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu timbun itu'." 


Golongan orang yang banyak harta dan menimbunnya ini akan lebih berat hisabnya nanti di yaumil qiyamah, kecuali jika hartanya disalurkan untuk kebermanfaatan orang banyak dan tak bermewah-mewahan. 


Maka golongan yang manakah Anda?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar