Jumat, 23 Januari 2026

TAHUN 2025 YANG AKAN PERGI

 TAHUN 2025 YANG AKAN PERGI


By. Satria hadi lubis 


Tahun 2025 akan pergi.

Ia hadir, lalu satu per satu harinya pergi,

meninggalkan kita dengan apa yang sempat kita lakukan… dan apa yang kita abaikan.


Sering kali kita merasa hidup ini panjang.

Padahal, hari demi hari berlalu tanpa pernah meminta izin.


Banyak rencana yang tertunda, banyak taubat yang kita niatkan “nanti”, seakan waktu adalah milik kita, bukan titipan dari Allah.


Di tahun 2025 yang sebentar lagi akan pergi...

mari jujur pada diri sendiri:

Berapa banyak waktu yang terbuang hanya untuk hal yang tidak mendekatkan kita kepada kebaikan?


Pagi-pagi berlalu tanpa doa.

Subuh dikerjakan terburu-buru, bahkan kadang terlewat. Padahal di waktu itu Allah membuka pintu keberkahan, dan kita justru memilih tidur atau menggulir layar tanpa arah.


Siang kita habiskan dengan lelah,

namun lupa bertanya: apakah lelah ini bernilai ibadah, atau hanya mengejar dunia yang tak pernah puas?


Sore sering diisi keluhan,

tentang hidup yang terasa berat, padahal kita lupa bersyukur karena masih diberi waktu untuk bernapas dan memperbaiki diri.


Malam kita tutup tanpa muhasabah.

Kita tidur dengan dosa yang belum diistighfari, dengan hati yang belum sepenuhnya kembali kepada Allah. 

Padahal, siapa yang menjamin kita akan terbangun esok hari?


Waktu terus berjalan.

Ia tidak peduli kita siap atau tidak. Ia akan terus pergi, membawa umur kita sedikit demi sedikit menjadi habis.


Tahun 2025 ini bisa menjadi saksi kebaikan kita

atau menjadi saksi kelalaian kita.

Kelak, yang paling kita sesali bukanlah sedikitnya harta atau rendahnya jabatan,

melainkan kesempatan untuk taat yang kita sia-siakan.


Maka sebelum waktu benar-benar habis,

sebelum usia tinggal cerita,

mari manfaatkan tahun 2026 yang akan datang dengan lebih sungguh-sungguh.


Memanfaatkan waktu di tahun 2026 lebih baik lagi.

Karena waktu yang berlalu tidak pernah kembali,

kesempatan untuk bertaubat tidak selalu datang dua kali.

Sebelum semuanya terlambat dan yang tinggal hanya penyesalan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar