KEMALASAN TERBAIK
By. Satria hadi lubis
KITA sering mendengar ada orang yang bilang, “Aduh, aku malas ibadah.” Perkataan tersebut merupakan contoh kemalasan yang buruk.
Namun sebenarnya, ada satu “kemalasan” yang terbaik, bahkan perlu dipelihara, yaitu kemalasan bermaksiat.
Maksiat adalah perbuatan yang melanggar perintah dan larangan Allah SWT, bentuknya bisa berupa dosa kecil sampai dosa besar. Namun bukan berarti dosa kecil kita remehkan.
Fudhail bin Iyadh berkata, “Semakin kecil dosa itu terlihat dalam pandanganmu, semakin besar ia di sisi Allah. Sebaliknya, semakin besar dosa itu terasa dalam hatimu, semakin kecil ia di sisi Allah.” (Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa’, hlm. 81)
Di zaman serba cepat ini, godaan datang bukan lagi mengetuk pintu, tapi langsung duduk di pangkuan. Tinggal geser layar, klik sebentar, hati bisa gelap. Makanya, malas bermaksiat bukan sekadar sikap, tapi rem darurat agar hidup tetap selamat.
Orang yang malas bermaksiat bukan berarti ia sempurna. Ia hanya sadar bahwa setiap kesalahan itu mahal. Mahal waktu, mahal ketenangan, mahal harga diri. Ia tahu setelah bermaksiat, hati rasanya kotor, dosa makin bejibun, doa jadi berat, ibadah hambar, dan hidup seperti kehilangan cahaya.
Maka ia memilih malas.
Malas buka hal-hal yang tak perlu.
Malas ngobrol yang mengundang dosa.
Malas ikut arus yang merusak.
Malas memancing keretakan di hati sendiri.
Malas bermaksiat itu bukan lemah, justru tanda kekuatan. Karena ia mampu menahan diri ketika syahwat sedang bising, mampu menolak ketika nafsu sedang menggoda, dan mampu mundur ketika dunia berusaha menarik.
Dan perlahan, malas bermaksiat melahirkan satu hal indah :
Rajin menjaga diri.
Ketika seseorang malas bermaksiat, Allah permudah ia untuk mencintai kebaikan. Hatinya jadi lebih lapang, pikiran lebih jernih, hidup lebih tenang. Karena tidak ada yang membuat hidup gelap selain dosa-dosa yang dikumpulkan diam-diam.
Mulai hari ini, jika ada “malas” yang pantas kita banggakan, itulah dia : Malas bermaksiat.
Karena di balik kemalasan terbaik itu, ada hati yang ingin tetap bersih, dan ada jiwa yang sedang menuju Allah dengan langkah yang lebih ringan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar