Jumat, 23 Januari 2026

TANDA IMAN ADALAH UKHUWAH

 TANDA IMAN ADALAH UKHUWAH


By. Satria hadi lubis 


Apa yang terjadi di Gaza, Palestina, saat ini mengingatkan kita kembali tentang pentingnya ukhuwah dalam Islam. Bahwa saling percaya, saling membantu dan saling mendoakan sesama muslim merupakan syarat mutlak eksistensi ukhuwah, sekaligus menjadi pondasi kemenangan Islam selain kekuatan aqidah.


AL QUR'AN menyebutkan :


"Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat" (QS. Al-Hujurat : 10).


Ayat tersebut menjelaskan bahwa tanda orang beriman adalah bersaudara. Walaupun ada perbedaan, tetapi ukhuwah tetap menyatukan mereka. Maka dengan takwa dan ukhuwahlah, mereka mendapatkan rahmat Allah.


Bersatunya keimanan dan ukhuwah ditandaskan Rasulullah saw dengan sabdanya :


"Tidak sempurna iman salah seorang di antara kamu sehingga mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri” (H.R. Bukhari, Muslim).


Jadi jika iman seseorang itu baik, maka cintanya kepada saudaranya juga meningkat. Keinginan untuk memenuhi hak saudaranya juga semakin membesar. Sebaliknya, egoisme dan enggan melaksanakan hak saudaranya adalah pertanda memburuknya iman seseorang.


Sebuah kutipan mengingatkan kita tentang hubungan iman dan ukhuwah : 


"Sebesar cintamu kepada Allah, sebesar itu pula cinta orang lain kepadamu. Sebesar ketakutanmu akan murka Allah, sebesar itu pula keseganan orang lain terhadapmu. Sebesar kesibukanmu pada Allah, sebesar itu pula orang lain sibuk untukmu" (Kutipan Al-Mughirah).


Hati yang beriman adalah hati yang indah, disebabkan dalam hati mereka selalu tersambung dengan Allah dan selalu meneladani Rasulullah. Dampaknya, hati yang beriman adalah hati yang selalu mengulurkan rasa cintanya kepada sesama. Hati yang ukhuwahnya menyala. 


Jadi tak ada ukhuwah, kecuali hanya akibat dari iman.


Maka jika ukhuwahmu bermasalah, koreksilah tingkat imanmu masing-masing. Karena tak mungkin kamu mengaku beriman, namun ukhuwah hilang. Berarti ada yang salah dalam imanmu.


Ketahuilah wahai saudaraku...kehilangan ukhuwah berarti kamu kehilangan harta kekayaan sebesar bumi.


"Dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana" (QS. Al Anfaal : 63).


Perhatikan juga sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam berikut ini, tentang indahnya persaudaraan tanpa hubungan nasab dan status sosial.


"Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat orang-orang yang bukan nabi, dan bukan pula syuhada, tetapi para nabi dan syuhada cemburu pada mereka di hari kiamat nanti, disebabkan kedudukan yang diberikan Allah kepada mereka".

"Ya Rasulullah, beritahukanlah kepada kami, siapa mereka?" ujar sahabat : "Agar kami bisa turut mencintai mereka."


Lalu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab : “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah tanpa ada hubungan keluarga dan nasab di antara mereka. Demi Allah, wajah-wajah mereka pada hari itu bersinar bagaikan cahaya di atas mimbar-mimbar dari cahaya, mereka tidak takut di saat manusia takut, dan mereka tidak sedih di saat manusia sedih" (HR. Abu Dawud).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar